PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu - Toko Jenang Dodol Teguh Raharjo menjadi ikon pusat oleh-oleh khas Ponorogo sejak tahun 1982.
Dibuka pertama kali oleh Sri Harijati, toko ini warisan keluarga yang kini diteruskan oleh Rudy Hartono, generasi keempat.
Di balik bangunannya yang sederhana, tersimpan kekayaan tradisi turun-temurun dalam pembuatan jenang dodol, salah satu ciri khas Ponorogo yang terus dijaga keasliannya.
Toko Jenang Dodol Teguh Raharjo di Jalan Wibisono, Ponorogo bukan hanya sekadar toko biasa. Cabangnya yang berlokasi strategis dekat Terminal Seloaji menjadi saksi berkembang pesatnya bisnis ini.
Setiap harinya, aroma harum jenang dan dodol mengisi udara, mengundang para penggemar kuliner tradisional untuk datang dan menyaksikan proses produksi.
Dengan produksi mencapai 150 jenang setiap hari, toko ini menjaga kualitas dan kuantitas produknya demi memenuhi permintaan.
Namun, keberagaman produk tidak berhenti pada jenang dodol saja. Toko Teguh Raharjo juga dikenal dengan kripik buah, srondeng, dan abon yang berkualitas.
Kripik buah yang disajikan menggunakan bahan-bahan alami dari hasil pertanian lokal tidak hanya menghadirkan cita rasa yang segar, tetapi juga memastikan kualitas dan daya tahan produk.
Dengan bahan baku yang mudah ditemukan dan stok yang stabil, toko ini mampu menjaga konsistensi dan kepercayaan pelanggan terhadap produk-produknya.
Tak hanya berfokus pada penjualan offline, toko Jenang Dodol Teguh Raharjo juga telah melangkah ke dunia digital dengan menjual produknya secara online.
Kolaborasi dengan reseller terpilih memperluas jangkauan pasarnya, sementara tetap mempertahankan kualitas dan keaslian produk.
Selain itu, toko ini juga berperan aktif dalam mendukung para UMKM lokal dengan menjualkan produk-produk mereka.
Dari jenang dodol hingga kripik pisang, toko ini telah menjadi destinasi belanja favorit bagi para pelanggan yang mencari beragam oleh-oleh khas Ponorogo dalam satu tempat.
Selain itu, produksi srundeng dan abon, dengan variasi antara abon sapi dan ayam, menambah ragam pilihan bagi para pengunjung yang menginginkan lebih dari sekadar jenang dan kripik.
Dengan tradisi, semangat inovasi, dan kerja sama dengan para pelaku usaha lokal, toko Jenang Dodol Teguh Raharjo terus menjaga reputasi sebagai penjaga warisan kuliner tradisional di Ponorogo. (herlin-pnm/kid)
Editor : Nur Wachid