Jawa Pos Radar Lawu – Pecinta kuliner mengenal makanan ekstrem yang tidak lazim disantap banyak orang.
Makanan ekstrem biasanya merujuk pada bahan utama masakan yang digunakan.
Di Ngawi, terdapat kuliner ekstrem bernama botok tawon.
Ya, tawon yang kehadirannya biasanya dihindari agar tidak disengat itu diolah menjadi makanan.
Berikut ini informasi mengenai kuliner ekstrem botok tawon untuk kalian yang menyukainya atau tertantang menyantapnya.
Lokasi
Botok tawon dijual di warung makan milik Kiman di Desa Karangtengah Prandon, Kecamatan/Kabupaten Ngawi.
Karakteristik makanan
Wujud botok tawon sebetulnya menyerupai garang asam. Bumbu-bumbunya juga hampir sama dengan makanan berkuah itu.
Penikmatnya menamakan botok tawon karena makanan ekstrem itu dibungkus daun pisang.
Bahan makanan
Bahan utama masakan adalah tawon muda yang masih berwujud larva beserta sarangnya.
Kemudian dimasak dengan campuran belimbing wuluh, tomat, cabai rawit, santan, dan daun salam.
Kombinasi bumbu dapur tersebut untuk memunculkan cita rasa nano-nano. Asam, pedas, manis, dan harum.
Produksi terbatas
Kiman tidak memasak botok tawon dalam jumlah banyak. Dia biasanya membuat 30 bungkus botok tawon per hari.
Harga
Satu porsi botok tawon dengan nasi dijual Rp 15 ribu.
Khasiat
Kandungan protein botok tawon diklaim cukup tinggi. Makanan itu dipercaya berkhasiat untuk menambah stamina.
Alergi
Sebelum menyantap botok tawon, pastikan tidak punya alergi terhadap makanan itu.
Karena beberapa konsumen mengalami biduran setelah menyantap botok tawon.
Bila mengalami gatal-gatal, segera beli obat di apotek.
(cor)
Editor : Andi Chorniawan