NGAWI, Jawa Pos Radar Lawu – Polemik mengenai keberadaan makam yang dikenal dengan sebutan "Wali Lima” di Desa Guyung, Kecamatan Gerih, Kabupaten Ngawi, akhirnya mencapai puncaknya.
Kelompok yang menyebut diri dengan Perjuangan Wali Songo Indonesia (PWI) melakukan pembongkaran makam tersebut pada Minggu (12/1/2025).
Makam Wali Lima yang selama ini sering dikunjungi peziarah dari berbagai daerah dibongkar atas dasar keyakinan PWI bahwa makam tersebut palsu dan tidak memiliki kaitan dengan sejarah sebenarnya.
Alasan Pembongkaran Makam Wali Lima, Ngawi
Ketua Harian PWI Ngawi, Budi Cahyono, menjelaskan bahwa keputusan pembongkaran dilakukan untuk meluruskan sejarah serta mencegah kesalahpahaman di masyarakat.
“Kami bongkar agar tidak menyesatkan sejarah dan budaya masyarakat setempat,” ujar Budi.
Menurut Budi, pihaknya telah melakukan serangkaian dialog dengan warga setempat sebelum pembongkaran.
Kesepakatan dicapai untuk membongkar makam guna menghindari potensi konflik atau salah kaprah di masa depan.
Pembongkaran makam Wali Lima yang masing-masing memiliki panjang sekitar dua meter ini berlangsung kurang dari 30 menit.
Makam tersebut sebelumnya menjadi lokasi istigasah rutin setiap malam Jumat Pahing dan kerap dikunjungi peziarah dari berbagai daerah.
Namun, berdasarkan penelusuran PWI, makam itu ternyata dibangun pada tahun 2009 oleh seorang tokoh masyarakat setempat bernama Qosim.
Kontroversi Pembongkaran Makam Wali Lima di Kalangan Warga
Meski pembongkaran telah disepakati, keberadaan makam selama 15 tahun ini masih menyisakan tanda tanya.
Ketua RT setempat, Agus Supriyanto, mengungkapkan bahwa makam tersebut menarik banyak peziarah dari luar daerah.
“Kami tidak tahu pasti ada jasad atau tidak di dalam makam, tapi jumlah peziarah terus meningkat sejak 15 tahun terakhir,” ungkap Agus.
Sementara itu, Sunarsih, salah satu warga, mengungkapkan bahwa sebelum dijadikan makam, lahan tersebut dulunya adalah tempat mencetak batu bata.
“Percaya atau tidak, dulu tempat ini hanya lahan biasa. Kalau sudah dibongkar ya kami terima saja,” katanya.
Pembongkaran makam Wali Lima di Ngawi menuai berbagai respons dari masyarakat.
PWI menegaskan bahwa langkah pembongkaran makam Wali Lima, Ngawi ini diambil demi meluruskan sejarah dan menghindari kesalahpahaman. (sae/cor)
Editor : Nur Wachid