Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Monumen Soco Magetan dan Tragedi Kelam Sejarah Gerakan 30 S PKI

Nur Wachid • Rabu, 31 Januari 2024 | 16:15 WIB
BERSEJARAH: Monumen Soco, Magetan menjadi saksi bisu sejarah kelam Gerakan 30 S PKI. (OKTA-MAGANG-PNM/RADAR LAWU)
BERSEJARAH: Monumen Soco, Magetan menjadi saksi bisu sejarah kelam Gerakan 30 S PKI. (OKTA-MAGANG-PNM/RADAR LAWU)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Lawu - Monumen Soco yang terletak di Desa Soco, Kec. Bendo, Kabupaten Magetan menjadi saksi bisu keganasan Gerakan 30 S PKI.

Kini, Monumen Soco menjadi lokasi wisata sejarah bagi masyarakat sekitar dan maupun luar daerah.

Monumen Soco diresmikan pada 1989 silam oleh Ketua DPR RI M. Khasir Suhud sebagai bentuk peringatan peristiwa pemberontakan 1948.

Ahmad Sukir, juru kunci ketiga Monumen Soco menyatakan bahwa tempat ini dulunya merupakan sebuah daerah terpencil berupa hamparan kebun tebu dan dibangun banyak sumur.

Meskipun terpencil, letak Monumen Soco sangat strategis menuju jalan provinsi yang juga didukung dengan adanya landasan udara di dekatnya.

‘’Di sekitar sini juga ada pabrik gula. Salah satunya PG Rejosari, Gorang Gareng, Kawedanan,’’ jelasnya.

Sukir menceritakan peristiwa keji sekaligus memilukan yang menjadi sejarah kelam tersebut. Konon, ketika itu para pejabat desa, kecamatan, tokoh masyarakat, dan para ulama pondok pesantren dianggap sebagai tokoh berpengaruh yang melawan perintah PKI.

Menurut penuturannya, mereka disiksa di PG Rejosari. Saat itu, pabrik gula tersebut di bawah kendali PT Perkebunan Nusantara (PTPN).

Dia menambahkan, mereka ditembaki secara massal di Loji atau rumah Belanda yang ada di pabrik gula tersebut. Sebelum akhirnya dibawa menuju daerah Soco.

‘’Penculikan dilakukan dini hari, sementara pembantaian dilakukan setelah Maghrib,’’ bebernya.

Sebelum dieksekusi, digelar pesta tari gambyong di markas yang berada di Desa Bogem, Kawedanan, Magetan. Setelah sampai di Soco, para korban dimasukkan sumur, sedangkan yang masih hidup ditimbun bebatuan berukuran besar.

Baca Juga: Soal Dugaan Teroris di Magetan, Polisi Benarkan Densus 88 Turun Gunung ke Magetan

‘’Ada tukang bantainya yang mengigau lalu diintrogasi akhirnya menunjukkan tempat ini,’’ imbuhnya.

Proses evakuasi dilakukan sekitar 1950 silam, setahun berselang setelah Agresi Militer II.

Adapun beberapa bangunan peninggalan di kawasan Monument Soco yang memiliki keterkaitan erat dengan peristiwa tersebut, sebagai berikut.

(OKTA-MAGANG-PNM/RADAR LAWU)
(OKTA-MAGANG-PNM/RADAR LAWU)

Gerbong Kertapati atau Kereta Kematian merupakan salah satu gerbong lori yang masih tersisa dengan bentuk yang masih asli sebagai bukti keganasan PKI 1948 silam.

Gerbong Kertapati difungsikan mengangkut barang seperti gula karungan yang telah diproses.

Konon, gerbong lori ini digunakan mengangkut korban dengan kapasitas 30-40 orang. Baik itu yang masih hidup maupun mati secara berdesakan.

Kemudian para korban diangkut dari pabrik menuju daerah Soco, selanjutnya diperlakukan tidak wajar dan sadis.

Sumur Soco I ini merupakan tempat pembuangan korban yang telah dieksekusi. Untuk korban yang tercatat atau teridentifikasi hanya 67 orang. Sedangkan 68 sampai 108 tidak teridentifikasi akibat keterlambatan proses evakuasi.

Namun kini korban tersebut sudah dipindahkan ke taman makam pahlawan Madiun.  Sekarang tempat ini menjadi tetenger atau penanda para korban keganasan Gerakan 30 S PKI.

Pendopo Loka Pitra Dharma diresmikan Bupati Magetan Soedarmono tepat di Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 1992 silam. Tempat ini digunakan untuk tempat berdiskusi atau beristirahat para pengunjung.

Baca Juga: Historiografi Hotel Merdeka Kota Madiun: Berganti Nama Hotel Madioen, Meredup Usai R. Ruitenschild dan Istrinya Meninggal (Bagian 2)

Baca Juga: Rumah Sepi Pasca Digeledah Sekelompok Petugas Berpakaian Preman, Pemilik Ditangkap, Terduga Teroris?

Sumur Soco II

Sumur Soco II berlokasi terpisah, tepatnya di belakang rumah warga. Di sini juga merupakan tempat dikuburnya beberapa korban. Tidak sebanyak yang ada di Sumur Soco I, namun juga digunakan untuk Tetenger dari pemerintah maupun masyarakat sekitar.

Tempat ini merupakan simbol sejarah kelam yang terjadi Tahun 1948. Sebagai generasi muda kita patut menjaga dan merawat sarana prasarana yang ada. Dengan hal ini, menjadi bentuk penghormatan pada para pahlawan yang gugur. (okta-magang-pnm/ebo/kid)

 

Editor : Nur Wachid
#sejarah #monumen #magetan #soco #gerakan 30 S PKI