Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Tips Mencegah Hipotermia Saat Mendaki Gunung: Persiapan Fisik, Mental, dan Perlengkapan Wajib

Mizan Ahsani • Jumat, 17 April 2026 | 13:00 WIB
Ilustrasi Penanganan Hipotermia
Ilustrasi Penanganan Hipotermia

Jawa Pos Radar Lawu - Mendaki gunung memang menawarkan pengalaman yang menyenangkan dengan panorama alam yang memukau.

Namun, di balik keindahannya, terdapat risiko serius yang kerap diabaikan pendaki, yaitu hipotermia.

Kondisi ini tidak hanya mengancam kenyamanan, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan jika tidak ditangani dengan tepat.

Hipotermia terjadi ketika suhu tubuh turun di bawah 35 derajat Celsius akibat kehilangan panas lebih cepat daripada yang diproduksi tubuh.

Di lingkungan pegunungan, risiko ini meningkat karena suhu dingin, angin kencang, serta perubahan cuaca yang tidak menentu.

Tak jarang, pendaki baru menyadari kondisi ini saat tubuh mulai menggigil dan kehilangan fokus.

Baca Juga: Mendaki Gunung: Pendidikan Kehidupan yang Tak Pernah Diajarkan di Ruang Kelas

Mengenal Gejala Hipotermia Sejak Dini

Gejala awal hipotermia umumnya meliputi tubuh menggigil, rasa dingin berlebihan, dan menurunnya konsentrasi.

Jika kondisi semakin parah, penderita bisa mengalami gangguan kesadaran hingga kehilangan koordinasi tubuh.

Masalahnya, tanda-tanda ini sering dianggap sebagai kelelahan biasa, terutama oleh pendaki pemula.

Padahal, keterlambatan penanganan dapat memperburuk kondisi dan meningkatkan risiko kecelakaan di jalur pendakian.

Faktor Penyebab Hipotermia Saat Mendaki

Beberapa faktor utama yang memicu hipotermia di antaranya:

Tubuh yang kekurangan energi akan lebih cepat kehilangan panas, sehingga penting untuk menjaga asupan nutrisi selama pendakian.

Baca Juga: 7 Makanan Karbohidrat Kompleks yang Wajib Dibawa saat Mendaki, Bantu Jaga Stamina dan Bikin Kenyang Lebih Lama

Peran Penting Emergency Blanket

Salah satu perlengkapan penting untuk mencegah hipotermia adalah emergency blanket.

Selimut darurat berbahan reflektif ini berfungsi memantulkan kembali panas tubuh sehingga suhu tetap terjaga.

Selain itu, emergency blanket juga mampu melindungi tubuh dari angin, air, dan paparan panas matahari.

Dengan bobot yang ringan dan ukuran yang ringkas, perlengkapan ini wajib masuk dalam tas P3K pendaki.

Cara penggunaannya cukup sederhana, yakni dengan menyelimuti tubuh secara menyeluruh untuk mempertahankan suhu tubuh hingga bantuan datang.

Persiapan Pendakian untuk Mencegah Hipotermia

Pencegahan hipotermia sebaiknya dimulai sejak tahap perencanaan. Pendaki disarankan menggunakan sistem pakaian berlapis (layering) agar suhu tubuh tetap stabil.

Beberapa perlengkapan yang wajib dibawa antara lain:

Selain itu, menjaga kondisi tubuh tetap kering juga menjadi kunci utama dalam mencegah kehilangan panas.

Baca Juga: 5 Tips Memilih Outfit Mendaki Gunung yang Aman dan Tetap Nyaman di Segala Medan!

Pentingnya Persiapan Fisik Sebelum Mendaki

Kondisi fisik yang prima sangat berpengaruh terhadap risiko hipotermia.

Pendaki dengan stamina rendah cenderung lebih cepat kelelahan, sehingga tubuh kesulitan menjaga suhu tetap stabil.

Latihan sederhana seperti lari ringan, push-up, squat, hingga latihan naik tangga dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh.

Membiasakan diri membawa ransel saat latihan juga efektif untuk simulasi kondisi pendakian.

Kesiapan Mental Tak Kalah Penting

Selain fisik, kesiapan mental juga menjadi faktor krusial dalam keselamatan pendakian.

Banyak kasus darurat terjadi karena pendaki memaksakan diri meskipun kondisi tubuh sudah menurun.

Mental yang kuat membantu pendaki tetap tenang, mampu membaca situasi, serta berani mengambil keputusan penting, termasuk berhenti atau turun gunung demi keselamatan.

Keselamatan Lebih Penting dari Puncak

Pada akhirnya, mendaki gunung bukan hanya soal mencapai puncak, tetapi bagaimana perjalanan tersebut dapat dilalui dengan aman.

Memahami risiko hipotermia serta melakukan persiapan fisik dan mental yang matang akan membuat pengalaman mendaki menjadi lebih aman, nyaman, dan berkesan.

Pendakian yang sukses bukan hanya tentang sampai di puncak, tetapi juga kembali dengan selamat.(*)

*Nizaria Kusumastuti, Universitas Negeri Surabaya

Editor : Mizan Ahsani
#Pendakian Gunung #Tips Mencegah Hipotermia Saat Mendaki Gunung #Persiapan Fisik #Persiapan Perlengkapan Wajib #Peran Penting Emergency Blanket