Jawa Pos Radar Lawu – Mendaki gunung kini jadi salah satu aktivitas favorit banyak orang, baik kalangan muda maupun dewasa.
Namun, jangan salah, mendaki bukan sekadar ikut tren atau hanya demi foto keren di puncak. Aktivitas ini butuh persiapan serius, terutama dari sisi fisik dan mental.
Banyak kasus pendaki pemula yang kewalahan di tengah jalan karena kurang latihan. Padahal, jalur pendakian sering kali menantang dengan medan berbatu, tanah licin, hingga tanjakan curam.
Nah, biar pendakian pertama lebih aman dan menyenangkan, ada beberapa hal yang perlu disiapkan.
1. Latihan Fisik Secara Rutin
Pendaki pemula sangat disarankan membangun ketahanan tubuh sejak jauh hari. Jogging atau jalan cepat bisa jadi latihan paling mudah.
Untuk yang masih berusia muda, latihan seminggu sekali bisa cukup. Namun, bagi usia di atas 40 tahun, intensitas latihan sebaiknya lebih ditingkatkan agar stamina lebih terjaga.
2. Fokus pada Endurance, Bukan Kecepatan
Dalam pendakian, yang dibutuhkan bukan sekadar cepat sampai puncak, melainkan daya tahan tubuh.
Latihan yang melatih pernapasan dan kekuatan otot kaki seperti lari jarak sedang, bersepeda, atau hiking ringan sangat efektif meningkatkan endurance.
3. Latihan Mental Secara Bertahap
Jangan terburu-buru langsung mendaki gunung dengan ketinggian ekstrem. Mulailah dari gunung atau bukit dengan jalur ringan terlebih dahulu.
Dari situ, mental akan terlatih menghadapi rasa lelah, rasa takut, hingga kondisi alam yang tak terduga.
4. Simulasi Pendakian
Sebelum benar-benar naik gunung besar, coba trekking di jalur yang lebih mudah seperti perbukitan atau hutan kota.
Kegiatan ini bisa jadi simulasi pendakian untuk mengenali reaksi tubuh dan mental saat menghadapi medan menanjak.
5. Disiplin Evaluasi Diri
Setiap kali selesai latihan atau mendaki jalur pendek, evaluasi kondisi tubuh. Apakah napas mudah terengah, otot terasa kaku, atau mental mudah goyah?
Dengan begitu, kita bisa tahu batas kemampuan sekaligus memperbaikinya sebelum mencoba jalur yang lebih sulit.
Mendaki gunung bukan sekadar ikut-ikutan tren, tapi tentang kesiapan diri menghadapi tantangan alam.
Latihan fisik yang konsisten, persiapan mental secara bertahap, serta disiplin mengevaluasi kemampuan menjadi kunci agar pendakian aman dan menyenangkan.
Ingat, puncak hanyalah bonus, yang terpenting adalah keselamatan dan pengalaman berharga selama perjalanan. (osi/den)
Editor : Deni Kurniawan