MAGETAN, Jawa Pos Radar Lawu - Gunung Lawu menjadi endemik beragam flora dan fauna, mulai dari pepohonan, bunga, rumput, lumut, harimau, hingga Jalak Lawu. Paling terkenal di Gunung Lawu, bunga Edelweis yang disebut sebagai bunga abadi.
Bunga Edelweis mempunyai nama latin anaphalis sp. Edelweis sendiri berasal dari Bahasa Jerman yang mempunyai arti keindahan abadi atau putih mulia.
Bunga Edelweis masuk dalam keluarga bunga asteraceae atau composite seperti bunga matahari dan aster.
Sebaran Bunga Edelweis berada di pegunungan Eropa, Asia Tengah, dan Asia Timur. Jenis satu ini hanya tumbuh di tanah yang tandus atau di daerah pegunungan diketinggian 2.000-4.000 mdpl (meter di atas permukaan laut).
Kalau Bunga Edelweis di Indonesia sendiri berjenis Edelweis Jawa nama latinnya Anaphalis Javanica.
Tidak semua gunung di Indonesia menjadi habitat bunga abadi ini. Yang ada seperti Gunung Lawu, Gunung Semeru, Gunung Merbabu, Gunung Sindoro, Gunung Papandayan, Gunung Gede Pangrango, dan Gunung Rinjani.
Pengalaman saya pribadi (Alfian Fachrudin, Red) menemukan Bunga Edelweis ini ketika perjalanan pendakian di Gunung Lawu jalur Cemoro Kandang.
Sudah lebih dari lima kali pendakian lewat jalur ini, karena rute termasuk landai, dan masih asri. Jalur Cemoro Kandang ini mempunyai Lima Pos pendakian.
Kalau sudah mencapai pos IV dan perjalanan pos V mulai terlihat hamparan Bunga Edelweis tersebar di sana sampai puncak Gunung Lawu.
Cukup indah dan jika dibau muncul wangi yang khas. Ingin rasanya memetik bunga abadi tersebut dan membawa pulang.
Namun, bunga Edelweis merupakan salah satu flora yang dilindungi oleh negara karena spesies tumbuhan ini sudah sangat sedikit.
Bunga Edelweis dilindungi oleh UU No.5 1990 Pasal 40 ayat 2. Bagi siapa saja yang memetik dengan sengaja maka dikenakan hukuman penjara paling lama 10 tahun dan denda maksimal Rp 200 juta.
Ciri-ciri Bunga Edelweis Jawa ini, yakni mempunyai tinggi mencapai empat meter dengan batang berwana putih kusam dengan banyak cabang.
Batang dan dahan bagian bawah gundul. Daun tubuh lebat didahan dan ujung batang. Daun berbentuk lanset, berwarna kelabu kehijauan, ujung lancip, tepi rata, daun berukuran 6 x 0,6 sentimeter.
Bagian tengah Edelweis Jawa terdapat bunganya yang berwarna oranye dan kepala bunga yang menyerupai bunga aster.
Bunga Edelweis Jawa bisa mencapai umur 100 tahun, untuk itulah disebut bunga
abadi. (fac/kid)