Jawa Pos Radar Lawu - Penyakit yang selama ini lebih banyak dikaitkan dengan orang dewasa kini mulai menjadi perhatian pada kelompok anak-anak.
Perubahan pola makan, minimnya aktivitas fisik, hingga penggunaan gadget sejak usia dini disebut menjadi bagian dari perubahan gaya hidup tersebut.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyoroti munculnya new lifestyle diseases atau penyakit akibat pola hidup modern pada anak.
Kondisi ini antara lain terlihat dari meningkatnya persoalan obesitas, hipertensi, hingga diabetes melitus tipe 2 pada usia yang semakin muda.
Perubahan kebiasaan sehari-hari menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.
Obesitas dan Diabetes Mulai Mengintai Anak
Gaya hidup modern membuat aktivitas anak mengalami banyak perubahan.
Waktu yang sebelumnya dapat digunakan untuk bermain dan bergerak kini semakin mudah tergantikan oleh aktivitas yang lebih pasif.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena penyakit tidak menular yang dahulu identik dengan usia dewasa kini dapat muncul lebih awal.
Obesitas, hipertensi, dan diabetes melitus tipe 2 termasuk masalah metabolik yang perlu diwaspadai.
Baca Juga: Bukan Sekadar Puasa Media Sosial, Digital Detox Kini Jadi Gaya Hidup Favorit Gen Z
Anak membutuhkan makanan bergizi sekaligus kesempatan untuk aktif bergerak agar pertumbuhan dan perkembangannya berjalan optimal.
Dampak Gadget Tak Hanya pada Aktivitas Fisik
Perubahan gaya hidup anak tidak hanya berkaitan dengan makanan dan aktivitas fisik. Penggunaan perangkat digital sejak usia dini juga menjadi perhatian IDAI.
Paparan gadget yang berlebihan dapat membuat waktu anak untuk berinteraksi secara langsung, bermain, maupun melakukan aktivitas fisik menjadi berkurang.
IDAI juga menyoroti persoalan perkembangan anak yang dapat berkaitan dengan pola penggunaan gadget dan kurangnya interaksi langsung.
Salah satunya adalah keterlambatan bicara yang perlu dikenali dan diperhatikan orang tua.
Orang Tua Punya Peran Penting
Pendampingan orang tua menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan kebiasaan anak di era digital.
Gadget memang dapat memberikan manfaat apabila digunakan secara tepat. Namun, penggunaannya perlu disesuaikan dengan usia dan kebutuhan perkembangan anak.
Untuk anak berusia di bawah dua tahun, IDAI mendorong zero screen time, sehingga paparan layar sebaiknya dihindari.
Pada usia tersebut, interaksi langsung dengan orang tua dan lingkungan menjadi bagian penting dari proses tumbuh kembang.
Orang tua juga perlu lebih peka terhadap tanda-tanda perubahan perkembangan anak.
Menyeimbangkan Teknologi dan Aktivitas Anak
Pola hidup sehat anak tidak berarti harus sepenuhnya menghindari teknologi.
Yang menjadi perhatian adalah bagaimana penggunaan perangkat digital tetap berada dalam batas yang sesuai dan tidak menggantikan kebutuhan dasar anak.
Baca Juga: 10 Penyakit yang Sering Muncul di Usia 40 Tahun dan Gaya Hidup Sehat agar Panjang Umur
Aktivitas fisik, waktu bermain, interaksi bersama keluarga, serta pola makan bergizi perlu tetap menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.
Edukasi kepada orang tua juga diperlukan agar penggunaan teknologi dapat memberikan manfaat tanpa mengorbankan kesehatan dan perkembangan anak.
Perubahan gaya hidup memang tidak dapat dihindari. Namun, lingkungan keluarga dapat membantu anak membangun kebiasaan yang lebih sehat sejak usia dini.(*)
(Azarine Nirwasita Zada, Magang Politeknik Negeri Madiun)
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : ruangkota.com