Jawa Pos Radar Lawu - Ada momen ketika orang tua mulai khawatir. Anak yang biasanya lahap, tiba-tiba menolak makanan. Piring yang dulu selalu habis, kini ditinggalkan hampir utuh.
Awalnya dianggap biasa, mungkin sedang tidak enak badan atau bosan dengan menu yang sama. Tapi hari berganti hari, pola ini terus berulang.
Kehilangan nafsu makan pada anak tidak selalu soal fisik. Kadang, ini adalah cara tubuh mereka mengatakan bahwa ada sesuatu yang mengganjal di pikiran.
Ketika anak sering memendam pikiran entah karena takut dihakimi, tidak punya tempat curhat, atau merasa harus kuat tubuh mereka masuk ke mode "fight or flight". Ini adalah respons alami terhadap stres.
Dalam kondisi ini, tubuh memprioritaskan keselamatan, bukan pencernaan. Aliran darah dialihkan dari sistem pencernaan ke otot dan organ vital lainnya.
Dimana nafsu makan turun, perut terasa tidak nyaman, bahkan bisa muncul mual.
Tanda Anak Kehilangan Nafsu Makan Karena Emosi
Beberapa bagian yang perlu diperhatikan:
Perubahan Pola Makan:
- Tiba-tiba menolak makanan favorit
- Makan sangat lambat atau bermain-main dengan makanan
- Mengeluh perut tidak enak tanpa gejala fisik jelas
Perubahan Emosional:
- Terlihat lebih pendiam atau mudah tersinggung
- Menghindari obrolan tentang sekolah atau teman
- Sering mengeluh sakit perut atau kepala saat waktu makan
Perubahan Perilaku Lain:
- Tidur tidak teratur (terlalu banyak atau terlalu sedikit)
- Menarik diri dari aktivitas yang dulu disukai
- Nilai sekolah turun atau sulit konsentrasi
Cara Mengembalikan Nafsu Makan dengan Pendekatan Emosional :
- Menciptakan Suasana Makan yang Tenang
- Menawarkan Pilihan Menu Makanan Terbatas
- Melibatkan Anak pada Proses
- Menyajikan Makanan yang Menarik
- Menjadwalkan Makan dengan Teratur
- Membatasi Camilan ketika sebelum Makan
Hal yang Harus Dihindari
Beberapa pendekatan justru bisa memperburuk situasi:
Jangan Memaksa:
- Memaksa anak makan justru meningkatkan stres
- Ini bisa menciptakan asosiasi negatif dengan waktu makan
Jangan Menghakimi:
- Hindari komentar seperti "Kok sedikit banget?" atau "Lihat tuh kakak habis"
- Ini membuat anak merasa tidak cukup dan meningkatkan kecemasan
Jangan Menjadikan Makan Sebagai Hadiah atau Hukuman:
- "Kalau habis ini, boleh dapat es krim" justru mengajarkan makan emosional
- Ini bisa menciptakan hubungan tidak sehat dengan makanan
Dengan pendekatan yang tepat, nafsu makan seorang anak bisa kembali menjadi momen yang dinikmati, bukan beban yang ditakuti.
Serta paling terpenting anak bisa belajar bahwa perasaan mereka benar dan mereka punya tempat untuk bercerita.(*)
(Azarine Nirwasita Zada, Magang Politeknik Negeri Madiun)
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : Beragam Sumber