Kentang Bertunas Mengandung Racun, Masyarakat Diminta Lebih Waspada

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:09 WIB
Kentang Bertunas
Kentang Bertunas

Jawa Pos Radar Lawu - Kentang merupakan salah satu bahan pangan yang banyak dikonsumsi masyarakat. Kentang mudah diolah dan kaya akan karbohidrat, vitamin C, serta kalium. Namun, kentang yang telah bertunas ternyata tidak selalu aman untuk dikonsumsi. Masyarakat perlu lebih waspada karena kentang bertunas dapat mengandung zat beracun yang berbahaya bagi kesehatan.

Secara alami, kentang mengandung senyawa glikoalkaloid, terutama solanin dan chaconine. Pada kentang segar, kadar senyawa tersebut masih rendah sehingga aman dikonsumsi. Akan tetapi, ketika kentang disimpan terlalu lama, terpapar cahaya, atau berada di tempat yang lembap, kentang dapat mulai bertunas dan mengalami peningkatan kadar solanin. Kondisi ini biasanya ditandai dengan munculnya tunas serta warna kehijauan pada permukaan kentang.

Mengonsumsi kentang yang mengandung solanin dalam jumlah tinggi dapat menyebabkan keracunan makanan. Gejalanya meliputi mual, muntah, sakit perut, diare, sakit kepala, hingga gangguan pada sistem saraf. Pada kasus yang lebih serius, keracunan solanin dapat menimbulkan halusinasi, kehilangan sensasi pada tubuh, bahkan kelumpuhan.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga mengingatkan bahwa kentang yang berwarna hijau, bertunas, atau telah mengalami kerusakan fisik berpotensi memiliki kadar glikoalkaloid yang tinggi. Racun tersebut umumnya terkonsentrasi pada bagian kulit, area berwarna hijau, dan daerah di sekitar tunas.

Meski demikian, kentang yang hanya memiliki tunas kecil dan masih bertekstur keras umumnya masih dapat digunakan dengan syarat bagian tunas serta area di sekitarnya dibuang secara menyeluruh. Sebaliknya, apabila kentang sudah lunak, keriput, memiliki banyak tunas, atau berubah warna menjadi hijau, sebaiknya kentang tersebut dibuang demi menghindari risiko kesehatan.

Agar kentang tetap aman dan sehat untuk dikonsumsi, berikut beberapa tips yang dapat diterapkan:

1.⁠ ⁠Pilih kentang yang masih keras, segar, dan tidak memiliki bercak hijau.
2.⁠ ⁠Jika terdapat tunas kecil, potong tunas beserta bagian di sekitarnya hingga bersih.
3.⁠ ⁠Kupas kulit kentang sebelum diolah, terutama jika terdapat bagian yang mulai berubah warna.
4.⁠ ⁠Cuci kentang dengan air mengalir untuk menghilangkan kotoran yang menempel.
5.⁠ ⁠Simpan kentang di tempat yang sejuk, kering, dan gelap agar tidak cepat bertunas. Hindari menyimpannya dalam kantong plastik tertutup rapat atau berdekatan dengan bawang bombai karena dapat mempercepat pertunasan.

(Magang Deshy Putri Anggraini, Universitas Sebelas Maret)

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
beracun waspada masyarakat kentang