Tak Mengandung Kalori, Benarkah Sakarin Lebih Baik dari Gula

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 21:30 WIB
Source : m.planet-leponte.com
Source : m.planet-leponte.com

Jawa Pos Radar Lawu - Sakarin dikenal sebagai salah satu pemanis buatan yang memiliki rasa manis jauh lebih kuat dibandingkan gula biasa.

Karena tidak mengandung kalori dan tidak secara signifikan memengaruhi kadar gula darah, pemanis ini kerap digunakan dalam produk rendah kalori.

Meski menawarkan sejumlah keuntungan, sakarin tetap perlu dikonsumsi secara bijak karena penggunaan berlebihan dapat menimbulkan risiko tertentu.

Baca Juga: Cuaca Tak Menentu Bikin Mudah Sakit? Ini Tips Menjaga Imun Selama Musim Pancaroba

Keuntungan Mengonsumsi Sakarin

Sakarin banyak ditemukan dalam berbagai produk, mulai dari makanan dan minuman rendah kalori hingga obat-obatan dan suplemen sehingga sering digunakan sebagai pengganti gula, karena :  

1. Dapat Dikombinasikan dengan Pemanis Lain

Sakarin dapat digunakan bersama jenis pemanis buatan lainnya yang bertujuan menghasilkan rasa manis yang lebih seimbang sekaligus mempertahankan rasa manis dalam waktu lebih lama.

Salah satu pemanis yang terkadang dikombinasikan dengan sakarin adalah aspartam, yang juga termasuk pemanis rendah kalori.

2. Tidak Berdampak Signifikan pada Kadar Gula Darah

Salah satu alasan sakarin digunakan sebagai pengganti gula adalah sifatnya yang tidak menghasilkan kalori setelah melewati saluran pencernaan.

Berbagai penelitian yang disebutkan dalam sumber menunjukkan bahwa sakarin tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kadar gula darah, baik pada orang sehat maupun penderita diabetes.

Meski demikian, rasa manis dari pemanis buatan tetap dapat berkaitan dengan pelepasan insulin sehingga penggunaannya sebaiknya tidak berlebihan.

3. Lebih Ramah terhadap Kesehatan Gigi

Berbeda dengan gula yang dapat difermentasi oleh bakteri di mulut dan menghasilkan asam, sakarin tidak difermentasi dengan cara yang sama sehingga dapat dapat menjadi alternatif pemanis yang lebih rendah risiko terhadap gigi berlubang.

Baca Juga: 7 Cara Alami Mengobati Panas Dalam dengan Cepat dan Efektif

4. Tidak Menambah Kalori

Sakarin tidak mengandung kalori sehingga sering digunakan dalam produk makanan dan minuman rendah kalori sehingga dapat menjadi pilihan bagi orang yang sedang berusaha mengurangi asupan kalori.

Namun, penggunaan pemanis rendah kalori tetap perlu diperhatikan karena apabila dikonsumsi secara berlebihan dapat memengaruhi nafsu makan pada sebagian orang.

Risiko Mengonsumsi Sakarin

Di balik sejumlah kelebihannya, sakarin bukan berarti bebas dari risiko karena apabila menggunakan dalam jumlah tinggi dapat menimbulkan rasa pahit atau sensasi seperti logam pada mulut.

Selain itu, konsumsi pemanis buatan secara berlebihan disebut dapat merangsang nafsu makan karena apabila  tidak diimbangi dengan pola makan yang baik, kondisi tersebut berpotensi berkontribusi terhadap peningkatan berat badan.

Penggunaan sakarin juga disebut perlu mendapat perhatian khusus pada bayi, anak-anak, dan ibu hamil karena adanya kekhawatiran terhadap kemungkinan reaksi alergi.

Tetap Konsumsi Secukupnya

Sakarin memang memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan gula biasa, terutama karena tidak mengandung kalori dan tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kadar gula darah yang bukan berarti pemanis ini dapat dikonsumsi tanpa batas.

Menggunakan sakarin dalam jumlah wajar menjadi hal penting untuk menghindari potensi risiko akibat konsumsi berlebihan.

Bagi seseorang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu atau membutuhkan pengaturan pola makan khusus, konsultasi dengan dokter dapat membantu menentukan jumlah konsumsi yang sesuai.

(Auliya Nur Aisyah, Magang Politeknik Negeri Madiun)

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Sumber : Halodoc
Sakarin Keuntungan Mengonsumsi Tetap Konsumsi Secukupnya risiko pemanis buatan