Kebiasaan Menyilangkan Kaki Saat Duduk Bisa Picu Kesemutan hingga Nyeri Punggung

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 14:20 WIB
Bahaya Sering Duduk Menyilang. Foto: psychologyfor.com
Bahaya Sering Duduk Menyilang. Foto: psychologyfor.com

Jawa Pos Radar Lawu - Menyilangkan kaki saat duduk mungkin terasa nyaman dan sudah menjadi kebiasaan tanpa disadari. Di ruang kerja, tempat umum, hingga saat bersantai di rumah, posisi ini kerap dipilih karena dianggap lebih santai atau terlihat lebih rapi.

Namun, terlalu lama mempertahankan posisi tersebut ternyata dapat memberikan tekanan pada beberapa bagian tubuh. Keluhan seperti kesemutan, kram, hingga nyeri pada punggung bisa muncul ketika kaki berada dalam posisi menyilang terlalu lama.

Bagi pekerja yang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan duduk di depan meja, kebiasaan ini perlu diperhatikan. Bukan berarti menyilangkan kaki sesekali langsung membahayakan kesehatan, tetapi mempertahankan posisi yang sama dalam waktu lama dapat memberikan tekanan yang tidak seimbang pada tubuh.

Berikut empat masalah yang dapat muncul akibat terlalu lama duduk dengan kaki menyilang.

1. Tekanan Darah Bisa Meningkat Sementara

Menyilangkan kaki, terutama pada bagian lutut, dapat memengaruhi tekanan darah untuk sementara waktu.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Blood Pressure Monitoring menemukan bahwa posisi duduk dengan kaki menyilang dapat meningkatkan tekanan darah sistolik sekitar 7 persen dan diastolik sekitar 2 persen.

Kondisi tersebut berkaitan dengan perubahan aliran darah ketika salah satu kaki berada di atas kaki lainnya. Posisi tersebut dapat mendorong lebih banyak darah kembali menuju jantung.

Meski begitu, peningkatan tekanan darah tersebut umumnya bersifat sementara dan tidak berarti menyilangkan kaki secara otomatis menyebabkan penyakit jantung.

Namun, bagi orang yang memiliki faktor risiko tertentu, terutama terkait pembekuan darah, posisi duduk dan kebiasaan mempertahankan postur tubuh tetap perlu diperhatikan.

Jika memiliki kondisi kesehatan tertentu yang berkaitan dengan sirkulasi darah, konsultasikan dengan dokter mengenai posisi duduk yang paling sesuai.

Baca Juga: Bukan Duduk atau Berdiri, Ini Kunci Utama Menjaga Kesehatan Saat Kerja Menurut Ahli

2. Bisa Memicu Nyeri Punggung dan Leher

Posisi kaki yang menyilang tidak hanya memengaruhi bagian kaki. Ketika salah satu kaki berada di atas kaki lainnya, posisi panggul dapat ikut berubah.

Lutut bagian atas menekan kaki yang berada di bawahnya, sementara panggul berada dalam posisi yang tidak simetris. Kondisi tersebut dapat membuat salah satu bagian panggul berputar dan memberikan tekanan pada tulang belakang.

Jika posisi ini dipertahankan dalam waktu lama dan dilakukan berulang setiap hari, tekanan tersebut dapat berkontribusi terhadap munculnya rasa tidak nyaman pada punggung hingga leher.

Terapis fisik asal Amerika, Vivian Eisenstandt, juga menegaskan bahwa kebiasaan duduk dengan kaki menyilang dapat berkaitan dengan keluhan nyeri punggung dan leher.

Karena itu, pekerja yang duduk berjam-jam sebaiknya tidak hanya memperhatikan posisi kaki, tetapi juga memastikan punggung mendapatkan penyangga dan posisi duduk tetap seimbang.

3. Beban pada Panggul Menjadi Tidak Seimbang

Saat satu kaki diletakkan di atas kaki lainnya, beban tubuh tidak lagi terbagi secara merata.

Panggul dapat menanggung tekanan lebih besar pada salah satu sisi. Jika dilakukan terus-menerus, kondisi tersebut dapat memengaruhi keseimbangan postur dan membuat tubuh lebih mudah merasa pegal.

Ahli jantung dr. Stephen T. Sinatra, FACC, juga mengaitkan tekanan pada area panggul dengan gangguan sirkulasi pada kaki yang dalam kondisi tertentu dapat meningkatkan risiko pembengkakan pembuluh darah maupun pembekuan darah.

Meski demikian, bukan berarti setiap orang yang sesekali menyilangkan kaki akan mengalami pembekuan darah. Risiko tersebut dipengaruhi banyak faktor lain, termasuk kondisi kesehatan dan lamanya seseorang tidak bergerak.

Yang lebih penting, hindari mempertahankan satu posisi selama berjam-jam. Tubuh tetap membutuhkan pergerakan agar sirkulasi berjalan dengan baik.

Baca Juga: Pekerja Kantoran Wajib Tahu! Cara Menjaga Kebugaran Meski Duduk Berjam-jam Setiap Hari

4. Saraf Kaki Bisa Tertekan

Sensasi tersebut dapat terjadi karena posisi tersebut memberikan tekanan pada saraf peroneal yang berada di bagian belakang lutut. Saraf ini berperan dalam memberikan sensasi pada sebagian tungkai bawah dan membantu mengendalikan sejumlah gerakan kaki.

Ketika mendapatkan tekanan dalam waktu lama, saraf tersebut dapat menimbulkan sensasi seperti kesemutan, kram, mati rasa, atau rasa tidak nyaman pada kaki bagian bawah.

Biasanya, keluhan akan berkurang setelah posisi kaki diubah dan tubuh kembali bergerak.

Namun, dalam kondisi yang sangat jarang, tekanan berkepanjangan pada saraf peroneal dapat menyebabkan peroneal nerve palsy. Kondisi ini dapat memicu drop foot, yaitu keadaan ketika seseorang mengalami kesulitan mengangkat bagian depan kakinya.

Risiko tersebut tergolong kecil karena kebanyakan orang secara alami akan mengubah posisi ketika kaki mulai terasa tidak nyaman.

Duduk dengan posisi yang baik bukan berarti harus mempertahankan tubuh dalam satu posisi kaku sepanjang hari. Yang lebih penting adalah menjaga tubuh tetap seimbang dan memberikan kesempatan bagi tubuh untuk bergerak.

Saat duduk, usahakan kedua kaki dapat menyentuh lantai dengan nyaman. Hindari membiarkan kaki menggantung atau memberikan tekanan berlebihan hanya pada salah satu sisi tubuh.

Punggung juga sebaiknya mendapatkan dukungan dari sandaran kursi. Selain itu, posisi meja dan kursi perlu disesuaikan agar tubuh tidak terus-menerus membungkuk atau menjulurkan leher ke depan.

Bagi pekerja yang menghabiskan banyak waktu di depan meja, bergerak secara berkala juga tidak kalah penting. Naresh C. Rao, dokter pengobatan osteopathic dan instruktur klinis di NYU Langone Medical Center di New York City, menyarankan agar orang yang duduk dalam waktu lama menyempatkan diri untuk bergerak.

Salah satu kebiasaan yang dapat dilakukan adalah berjalan selama sekitar lima menit setelah duduk selama 55 menit. Jadi, jika mulai merasakan kaki kesemutan, kram, atau punggung terasa pegal saat duduk, mungkin sudah waktunya mengubah posisi.(*)

(Azarine Nirwasita Zada, Magang Politeknik Negeri Madiun)

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Sumber : hellosehat.com
nyeri punggung kesehatan kesehatan tulang Postur Tubuh gaya hidup sehat