Bukan Cuma Orang Tua, Asam Urat Kini Makin Sering Menyerang Anak Muda

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 14:26 WIB
Source: HonestDocs
Source: HonestDocs

Jawa Pos Radar Lawu - Media sosial sering menggambarkan asam urat sebagai penyakit orang tua yang gemar makan enak atau minum alkohol. Akibatnya, banyak anak muda yang mengabaikan nyeri sendi yang muncul tiba-tiba karena merasa dirinya "terlalu muda" untuk mengalami penyakit tersebut.

Padahal, kenyataannya berbeda. Kasus asam urat pada usia 20 hingga 30-an tahun semakin banyak ditemukan. Sayangnya, tidak sedikit penderita yang baru mendapatkan diagnosis setelah bertahun-tahun mengalami nyeri berulang.

Kondisi ini membuat penanganan menjadi terlambat, padahal asam urat penyakit yang dapat dikendalikan jika dikenali sejak dini.

Asam Urat Tak Lagi Identik dengan Orang Tua

Selama bertahun-tahun, asam urat dikenal sebagai "penyakit para raja" karena dianggap muncul akibat terlalu banyak mengonsumsi makanan mewah dan minuman beralkohol.

Pandangan tersebut masih melekat hingga sekarang sehingga banyak orang menganggap penyakit ini hanya menyerang usia lanjut. Padahal, penelitian menunjukkan bahwa kasus asam urat pada kelompok usia muda terus meningkat dalam beberapa dekade terakhir.

Artinya, seseorang berusia 20 atau 30 tahun pun tetap berisiko mengalami asam urat. Penyebabnya pun tidak hanya berasal dari pola makan, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor genetik, metabolisme tubuh, kondisi kesehatan, hingga gaya hidup.

Mengapa Asam Urat pada Anak Muda Sering Terlambat Diketahui?

Salah satu masalah terbesar adalah banyak penderita tidak langsung mendapatkan diagnosis yang tepat.

Keluhan nyeri sendi sering dianggap sebagai cedera olahraga, kelelahan, atau radang biasa. Bahkan, sebagian pasien mengaku pernah diberi tahu jika mereka terlalu muda untuk mengalami asam urat.

Padahal, diagnosis asam urat sebenarnya dapat dibantu melalui pemeriksaan kadar asam urat dalam darah serta evaluasi dokter berdasarkan gejala yang dialami.

Semakin cepat penyakit dikenali, semakin besar peluang untuk mencegah kerusakan sendi di kemudian hari.

Baca Juga: Benarkah Tempe Memicu Asam Urat? Ini Penjelasan Ilmiah dan Cara Aman Mengonsumsinya

Kenali Gejala Asam Urat Sejak Awal

Asam urat biasanya muncul secara tiba-tiba dan dapat menyebabkan nyeri hebat pada sendi. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain:

Jika keluhan tersebut terus berulang, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Jangan Percaya Semua Informasi di Media Sosial

Belakangan ini berbagai tips mengatasi asam urat banyak beredar di TikTok maupun Instagram. Sebagian menyarankan mengonsumsi jus ceri, jahe, atau bahan alami tertentu sebagai solusi utama.

Meski beberapa perubahan pola makan dapat membantu mengurangi risiko kekambuhan, cara tersebut bukanlah pengobatan utama.

Asam urat adalah penyakit yang membutuhkan penanganan medis. Mengandalkan pengobatan rumahan saja berisiko membuat kadar asam urat tetap tinggi sehingga kerusakan sendi terus berlangsung tanpa disadari.

Karena itu, informasi kesehatan dari media sosial sebaiknya tetap dikonfirmasi kepada tenaga kesehatan.

Baca Juga: Sendi Sering Nyeri? Ini 6 Olahraga Aman untuk Penderita Asam Urat agar Tubuh Tetap Aktif dan Sehat

Apa yang Bisa Dilakukan untuk Mengendalikan Asam Urat?

Penanganan asam urat umumnya disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Selain pemberian obat sesuai anjuran dokter, perubahan gaya hidup juga berperan penting dalam membantu mengurangi risiko kekambuhan.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

Dengan penanganan yang tepat, banyak penderita mampu menjalani aktivitas tanpa lagi mengalami serangan asam urat berulang.

Jangan Abaikan Nyeri Sendi di Usia Muda

Masih banyak orang menganggap asam urat hanya menyerang usia lanjut. Padahal, kenyataannya penyakit ini juga dapat dialami oleh orang berusia produktif.

Jika kamu sering mengalami nyeri sendi yang datang tiba-tiba, disertai bengkak dan kemerahan, jangan langsung menganggapnya sebagai cedera biasa.

Pemeriksaan sejak dini dapat membantu memastikan penyebabnya sekaligus mencegah komplikasi yang lebih serius.

(Azarine Nirwasita Zada, Magang Politeknik Negeri Madiun)

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Sumber : goutsupportgroup.org
Gejala Asam Urat Nyeri Sendi di Usia Muda Asam Urat Pada Anak Muda Kesehatan Sendi asam urat