Jawa Pos Radar Lawu - Banyak orang beranggapan tidur selama 8 jam sudah cukup untuk membuat tubuh kembali segar. Tetapi, kenyataannya tidak sedikit yang masih bangun dengan tubuh terasa lemas, mata berat, dan sulit berkonsentrasi meski durasi tidurnya sudah sesuai anjuran.
Jika sering mengalaminya, jangan buru-buru menyalahkan kurang tidur. Lama tidur memang penting, tetapi kualitas tidur juga berperan besar dalam menentukan apakah tubuh benar-benar mendapatkan istirahat yang optimal.
Selain itu, gaya hidup hingga kondisi medis tertentu juga dapat membuat seseorang tetap mengantuk meski sudah tidur cukup.
Mengapa Masih Mengantuk Setelah Tidur 8 Jam?
Tidur yang cukup bukan hanya soal jumlah jam yang dihabiskan di atas kasur. Selama tidur, tubuh melalui beberapa tahapan yang penting untuk pemulihan fisik dan fungsi otak.
Jika tahapan tersebut sering terganggu, tubuh bisa tetap merasa lelah ketika bangun.
Berikut beberapa penyebab yang paling sering membuat seseorang tetap mengantuk meski sudah tidur selama delapan jam.
1. Kualitas Tidur Kurang Baik
Seseorang bisa saja tidur selama delapan jam, tetapi tidak mendapatkan tidur yang benar-benar nyenyak.
Beberapa hal yang dapat mengganggu kualitas tidur antara lain:
- Kamar terlalu terang atau bising.
- Suhu ruangan terlalu panas atau terlalu dingin.
- Sering terbangun di malam hari.
- Penggunaan ponsel, tablet, atau laptop sebelum tidur.
Paparan cahaya dari layar elektronik pada malam hari dapat menghambat produksi hormon melatonin sehingga ritme tidur terganggu.
Akibatnya, tidur menjadi kurang berkualitas meskipun durasinya cukup.
2. Tubuh Mengalami Dehidrasi
Kurang minum juga dapat membuat tubuh terasa lesu. Saat tubuh kekurangan cairan, jantung harus bekerja lebih keras untuk mengalirkan darah dan oksigen ke seluruh tubuh.
Kondisi ini dapat memicu rasa lelah, sulit fokus, bahkan membuat seseorang merasa mengantuk sepanjang hari.
Karena itu, pastikan kebutuhan cairan tetap terpenuhi, terutama jika banyak beraktivitas atau berada di lingkungan yang panas.
Baca Juga: Kurang Tidur Bikin Mood Rusak Seharian? Ikuti Tips Ini agar Bisa Istirahat Cukup, Pikiran Jadi Fresh
3. Stres dan Kecemasan
Pikiran yang terus bekerja sebelum tidur dapat membuat otak sulit benar-benar beristirahat.
Meskipun berhasil tidur selama delapan jam, stres berkepanjangan dapat menyebabkan seseorang lebih sering terbangun tanpa disadari atau tidak mencapai fase tidur yang paling restoratif.
Akibatnya, tubuh tetap terasa lelah ketika bangun pada pagi hari.
4. Kebiasaan yang Mengganggu Tidur
Beberapa kebiasaan sehari-hari ternyata dapat memengaruhi kualitas istirahat, misalnya:
- Minum kopi atau minuman berkafein pada sore atau malam hari.
- Mengonsumsi alkohol menjelang tidur.
- Makan dalam porsi besar terlalu dekat dengan waktu tidur.
- Jadwal tidur yang berubah-ubah setiap hari.
Menerapkan jadwal tidur yang konsisten merupakan salah satu langkah penting untuk menjaga kualitas tidur. American Academy of Sleep Medicine juga merekomendasikan kebiasaan tidur yang teratur sebagai bagian dari sleep hygiene yang baik.
5. Mengalami Gangguan Tidur
Jika rasa kantuk terus terjadi meski sudah tidur cukup, kemungkinan terdapat gangguan tidur yang belum disadari.
Salah satu yang paling sering adalah sleep apnea, yaitu kondisi ketika saluran napas menyempit atau tersumbat sehingga napas berhenti sesaat berulang kali saat tidur.
Kondisi ini membuat tidur menjadi terfragmentasi sehingga tubuh tidak memperoleh istirahat yang optimal.
Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:
- Mendengkur keras.
- Terbangun sambil tersedak atau terengah-engah.
- Sakit kepala saat bangun.
- Mengantuk berat pada siang hari.
6. Adanya Kondisi Medis Tertentu
Rasa lelah yang tidak kunjung hilang juga dapat berkaitan dengan kondisi kesehatan tertentu.
Beberapa penyakit yang dapat menyebabkan tubuh tetap mengantuk antara lain:
- Anemia.
- Hipotiroidisme.
- Diabetes yang tidak terkontrol.
- Infeksi tertentu.
- Gangguan kesehatan mental seperti depresi.
Karena itu, apabila rasa kantuk berlangsung lama atau disertai keluhan lain, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
Cara Mengatasi Rasa Ngantuk Meski Sudah Tidur Cukup
Jika penyebabnya bukan penyakit tertentu, beberapa perubahan gaya hidup berikut dapat membantu meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi rasa lelah.
Terapkan Sleep Hygiene
- Tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari.
- Ciptakan kamar yang gelap, tenang, dan nyaman.
- Hindari penggunaan gadget setidaknya satu jam sebelum tidur.
Penuhi Kebutuhan Cairan
Pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan minum air putih yang cukup sepanjang hari.
Kelola Stres
Luangkan waktu untuk melakukan aktivitas yang membantu tubuh lebih rileks, seperti berjalan santai, membaca buku, meditasi, atau latihan pernapasan.
Batasi Kafein dan Alkohol
Hindari konsumsi kopi, teh berkafein, minuman berenergi, maupun alkohol beberapa jam sebelum tidur agar kualitas istirahat tetap terjaga.
Rutin Berolahraga
Aktivitas fisik secara teratur dapat membantu meningkatkan kualitas tidur. Namun, usahakan tidak berolahraga terlalu dekat dengan waktu tidur karena dapat membuat tubuh tetap terjaga.
Baca Juga: Sulit Tidur karena Pikiran Tak Berhenti? Bisa Jadi Sleep Anxiety, Simak Penjelasannya
Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter?
Merasa mengantuk sesekali masih tergolong normal, terutama setelah aktivitas yang padat.
Namun, segera konsultasikan ke dokter jika rasa kantuk terus berlangsung selama beberapa minggu atau disertai gejala seperti:
- Mendengkur keras disertai henti napas saat tidur.
- Sulit berkonsentrasi hingga mengganggu aktivitas.
- Berat badan turun tanpa sebab yang jelas.
- Tubuh terasa sangat lemah sepanjang hari.
- Perubahan suasana hati yang menetap.
Dokter dapat melakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah keluhan tersebut berkaitan dengan gangguan tidur, penyakit tertentu, atau faktor lain yang memerlukan penanganan khusus.
Tidur Cukup Belum Tentu Berkualitas
Tidur selama delapan jam memang merupakan rekomendasi bagi sebagian besar orang dewasa. Namun, durasi tidur bukan satu-satunya penentu tubuh merasa segar saat bangun.
Kualitas tidur, kebiasaan sehari-hari, tingkat stres, hingga kondisi kesehatan juga berpengaruh besar terhadap energi yang dirasakan keesokan harinya.
Jika kamu sudah memperbaiki pola tidur tetapi masih sering mengantuk tanpa penyebab yang jelas, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani dengan tepat.
(Azarine Nirwasita Zada, Magang Politeknik Negeri Madiun)
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : halodoc.com