Gelas Tembaga Makin Populer, Tapi Benarkah Aman untuk Kesehatan?

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 12:49 WIB
Source: Everyday Health
Source: Everyday Health

Jawa Pos Radar Lawu - Gelas tembaga belakangan kembali menarik perhatian. Selain tampilannya klasik dan estetik, banyak orang memilih wadah minum ini karena dipercaya mampu menjaga minuman tetap dingin lebih lama atau mempertahankan kehangatan minuman panas.

Tetapi, di balik tampilannya yang menarik muncul pertanyaan yang cukup sering dibahas. Apakah minum dari gelas tembaga aman bagi kesehatan?

Jawabannya tergantung pada jenis gelas yang digunakan dan minuman yang dituangkan ke dalamnya. Gelas tembaga murni dapat melepaskan tembaga ke dalam minuman yang bersifat asam. 

Jika paparan tembaga berlebihan terjadi secara terus-menerus, kondisi tersebut bisa menimbulkan gangguan kesehatan. Karena itu, penting memahami cara penggunaan gelas tembaga yang benar.

Benarkah Gelas Tembaga Bisa Berbahaya?

Tembaga ini mineral yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil. Mineral yang berperan dalam pembentukan sel darah merah, metabolisme energi, hingga fungsi sistem saraf.

Namun, konsumsi tembaga dalam jumlah berlebihan tidak dianjurkan karena dapat menimbulkan efek yang merugikan bagi kesehatan. National Institutes of Health (NIH) menyebutkan bahwa paparan tembaga berlebih bisa menyebabkan gangguan pencernaan seperti mual, muntah, sakit perut, dan diare. 

Pada paparan yang sangat tinggi atau berkepanjangan, risiko gangguan hati juga dapat meningkat. Risiko tersebut tidak berarti semua gelas tembaga otomatis berbahaya. 

Yang menjadi perhatian ketika bagian dalam gelas terbuat dari tembaga tanpa lapisan pelindung dan digunakan untuk menyimpan minuman tertentu.

Mengapa Minuman Asam Perlu Dihindari?

Salah satu yang paling penting diperhatikan adalah jenis minuman yang disajikan. Minuman dengan tingkat keasaman tinggi dapat bereaksi ke permukaan tembaga sehingga logam lebih mudah larut ke dalam cairan. 

Karena alasan ini, US Food and Drug Administration (FDA) tidak merekomendasikan kontak langsung antara tembaga dan makanan atau minuman yang memiliki pH di bawah 6.

Baca Juga: 5 Gelas Jadul Buat Ngopi yang Masih Eksis di 2025, Dijual Murah di Pasaran!

Beberapa contoh minuman yang tergolong lebih asam antara lain:

Salah satu contoh yang sering dibahas adalah Moscow Mule, minuman cocktail yang secara tradisional disajikan menggunakan mug tembaga. Karena mengandung jus lemon yang bersifat asam, penyajiannya lebih aman jika memakai mug yang bagian dalamnya dilapisi stainless steel atau logam lain yang sesuai untuk makanan.

Gelas Tembaga yang Lebih Aman Digunakan

Produk berbahan tembaga tidak semha memiliki tingkat keamanan yang sama. Saat ini, banyak gelas atau mug tembaga hanya menggunakan tembaga pada bagian luar sebagai elemen dekoratif. 

Bagian dalamnya sudah dilapisi stainless steel atau logam lain yang aman untuk kontak dengan makanan dan minuman. Jenis yang satu ini umumnya lebih direkomendasikan karena dapat mengurangi risiko perpindahan tembaga ke dalam minuman.

Sebelum membeli, pastikan membaca informasi dari penjual mengenai material bagian dalam gelas agar penggunaannya lebih aman.

Apakah Minum dari Gelas Tembaga Memiliki Manfaat Khusus?

Beredar anggapan bahwa minum dari gelas tembaga dapat memberikan berbagai manfaat kesehatan.

Hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah yang kuat bahwa penggunaan gelas tembaga memberikan manfaat kesehatan yang signifikan dibandingkan gelas berbahan lain. 

Tubuh memang membutuhkan tembaga, tetapi kebutuhan tersebut umumnya sudah dapat dipenuhi melalui makanan sehari-hari seperti kacang-kacangan, biji-bijian, makanan laut, dan hati.

Maka dari itu, memilih gelas tembaga lebih terkait dengan fungsi menjaga suhu minuman dan nilai estetik, bukan sebagai cara memperoleh manfaat kesehatan tertentu.

Baca Juga: Stanley Tumbler, Botol Minum yang Berubah Menjadi Fenomena Global

Cara Menggunakan dan Merawat Gelas Tembaga

Agar tetap aman dan awet, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, diantaranya : 

  1. Hindari menyimpan minuman yang bersifat asam dalam waktu lama.
  2. Pilih gelas yang memiliki lapisan pelindung pada bagian dalam.
  3. Cuci menggunakan tangan dengan sabun lembut setelah digunakan.
  4. Hindari penggunaan mesin pencuci piring jika penjual tidak menganjurkannya.
  5. Keringkan gelas setelah dicuci agar permukaannya tetap terjaga.

Seiring waktu, tembaga juga dapat mengalami perubahan warna akibat paparan udara dan kelembapan. Lapisan kehijauan atau patina merupakan proses alami pada logam tembaga. 

Jika muncul dibagian yang bersentuhan langsung dengan minuman, sebaiknya periksa kembali kondisi lapisan pelindung gelas sebelum digunakan.

Jadi, Aman atau Tidak?

Minum dari gelas tembaga tidak selalu berbahaya. Keamanannya bergantung pada bahan pembuat gelas dan jenis minuman yang digunakan.

Jika bagian dalam gelas sudah dilapisi logam yang aman untuk makanan, penggunaannya umumnya lebih aman dibandingkan gelas tembaga murni. 

Sebaiknya, gelas tembaga tanpa lapisan tidak digunakan untuk minuman yang bersifat asam karena dapat meningkatkan pelepasan tembaga ke dalam minuman.

Dengan memilih produk yang tepat serta menggunakannya sesuai anjuran, tetap bisa menikmati minuman menggunakan gelas tembaga tanpa mengabaikan faktor keamanan.

(Azarine Nirwasita Zada, Magang Politeknik Negeri Madiun)

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Sumber : klikdokter.com
Gelas Tembaga Minuman Asam perlu Dihindari Minuman tergolong lebih Asam Kesehatan Minuman Keamanan Makanan