Jawa Pos Radar Lawu - Tidur tidak lagi dilihat hanya sebagai waktu untuk mengembalikan energi setelah seharian beraktivitas. Belakangan ini, media sosial dipenuhi berbagai konten yang membahas cara mendapatkan tidur yang nyenyak melalui tren bernama sleepmaxxing.
Beragam tips pun bermunculan, mulai dari mengatur suasana kamar hingga menggunakan aksesori tertentu diklaim mampu meningkatkan kualitas tidur.
Popularitas tren tersebut membuat banyak orang penasaran. Semua metode yang beredar benar-benar memberikan manfaat sesuai klaimnya? Tapi juga mengingatkan tidak seluruh praktik sleepmaxxing memiliki dasar ilmiah yang kuat.
Baca Juga: 6 Cara Ampuh Jaga Daya Tahan Tubuh Anak di Cuaca Ekstrem, Tidur Cukup Jadi Salah Satu Kuncinya!
Apa Itu Sleepmaxxing?
Sleepmaxxing merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan berbagai upaya mengoptimalkan kualitas tidur melalui berubahnya kebiasaan, penerapan rutinitas, maupun penggunaan produk pendukung.
Tren ini berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat jika tidur yang cukup berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh, fungsi otak, hingga kondisi mental.
Banyak orang mulai menerapkan rutinitas sebelum tidur atau sleep routine agar tubuh lebih mudah beristirahat. Beberapa langkah yang sering dilakukan meliputi:
- Mengurangi paparan cahaya dari ponsel, tablet, atau laptop sebelum tidur.
- Menjaga suhu kamar tetap sejuk dan nyaman.
- Membuat suasana kamar lebih gelap dan tenang.
- Menggunakan perangkat pelacak tidur (sleep tracker) untuk memantau pola istirahat.
Tidak Semua Metode Sleepmaxxing Terbukti Efektif
Meski terlihat menarik dan banyak dibahas di media sosial, sebagian metode sleepmaxxing masih memerlukan informasi lebih lanjut.
Di sisi lain, beberapa kebiasaan telah terbukti dapat membantu meningkatkan kualitas tidur, di antaranya:
- Tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari.
- Mengurangi penggunaan gawai menjelang waktu tidur.
- Menjaga suhu ruangan tetap nyaman.
- Membatasi konsumsi minuman berkafein pada sore atau malam hari.
Sebaliknya, praktik yang sedang viral justru masih menjadi perdebatan. Contohnya, penggunaan mouth tape atau plester mulut saat tidur yang belum direkomendasikan untuk semua orang, serta konsumsi suplemen tanpa konsultasi dengan para medis karena berpotensi menimbulkan efek yang tidak diinginkan.
Sleep Hygiene Dinilai Lebih Penting
Meskipun mencoba seluruh tren yang sedang populer, lebih baik disarankan untuk masyarakat menerapkan prinsip sleep hygiene, yaitu tata cara kebiasaan sehat yang dilakukan secara konsisten untuk mendukung kualitas tidur.
Kebiasaan Sleep Hygiene yang Disarankan
Beberapa langkah sederhana yang dapat diterapkan antara lain:
- Menetapkan jadwal tidur dan bangun secara konsisten setiap hari.
- Menghindari paparan cahaya terang menjelang waktu tidur.
- Menjaga kamar tetap tenang, gelap, dan memiliki suhu yang nyaman.
- Berolahraga secara rutin, tetapi tidak terlalu dekat dengan jam tidur.
- Mengurangi konsumsi kafein maupun alkohol pada malam hari.
Baca Juga: Kurang Tidur Bikin Mood Rusak Seharian? Ikuti Tips Ini agar Bisa Istirahat Cukup, Pikiran Jadi Fresh
Perlu Mengikuti Tren Sleepmaxxing?
Sleepmaxxing bukanlah tren yang sepenuhnya buruk. Jika kebiasaan tersebut membuat seseorang lebih disiplin mengatur jam tidur dan membangun rutinitas malam yang menenangkan, manfaatnya tentu bisa dirasakan.
Namun, mengikuti tren bukan berarti harus membeli berbagai produk pendukung dan mencoba semua metode sedang populer. Setiap orang memiliki kebutuhan tidur yang berbeda sehingga pendekatan yang efektif pun dapat bervariasi.
Maka dari itu, kualitas tidur lebih dipengaruhi oleh kebiasaan yang dilakukan secara konsisten dibanding mengikuti tren yang datang dan pergi. Karena dengan memilih metode yang aman, sesuai kebutuhan tubuh, bisa menjadi suatu langkah untuk mendapatkan tidur yang lebih cukup.
Azarine Nirwasita Zada - Politeknik Negeri Madiun
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : https://oppal.co.id/news/detail/bukan-sekadar-tren-ini-fakta-di-balik-sleepmaxxing-yang-perlu-kamu-tahu