Jawa Pos Radar Lawu - Smartphone, tablet, hingga laptop telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari.
Namun, penggunaan perangkat elektronik dalam waktu lama membuat tubuh terus terpapar blue light atau sinar biru yang dipancarkan layar.
Paparan sinar biru dalam jangka panjang dikaitkan dengan berbagai gangguan, mulai dari mata cepat lelah, sulit tidur, sakit kepala, hingga munculnya tanda-tanda penuaan dini pada kulit.
Karena itu, pengguna gadget disarankan mulai menerapkan langkah-langkah sederhana untuk mengurangi dampaknya.
Berikut tiga cara yang dapat dilakukan agar paparan blue light tidak memberikan efek berlebihan pada tubuh.
Apa Itu Blue Light?
Baca Juga: Makna Lagu Sweater Weather The Neighbourhood, Anthem Alt-Pop yang Tak Pernah Kehilangan Pesonanya
Blue light merupakan cahaya tampak berenergi tinggi yang dipancarkan oleh berbagai perangkat digital, seperti ponsel, komputer, tablet, dan layar televisi.
Paparan dalam durasi yang panjang dapat memengaruhi ritme sirkadian atau jam biologis tubuh sehingga kualitas tidur menjadi terganggu.
Selain itu, banyak pengguna juga mengeluhkan mata kering, ketegangan pada mata, hingga rasa lelah setelah berjam-jam bekerja di depan layar.
Sejumlah penelitian juga mengaitkan paparan blue light dengan percepatan munculnya tanda penuaan pada kulit akibat stres oksidatif, meski efek tersebut masih terus diteliti.
1. Aktifkan Fitur Penyaring Blue Light pada Perangkat
Hampir semua smartphone dan tablet modern telah dilengkapi fitur bawaan yang berfungsi mengurangi paparan sinar biru.
Fitur tersebut bekerja dengan mengubah tampilan layar menjadi lebih hangat sehingga cahaya biru yang dipancarkan menjadi lebih sedikit.
Bagi pengguna iPhone, fitur ini biasanya tersedia melalui menu:
- Pengaturan
- Tampilan & Kecerahan
- Night Shift
Sementara pada perangkat Android, fitur serupa umumnya dapat ditemukan melalui:
- Pengaturan
- Tampilan (Display)
- Night Light atau Blue Light Filter
Fitur tersebut juga dapat dijadwalkan aktif secara otomatis pada malam hari sehingga lebih praktis digunakan.
2. Gunakan Kacamata dan Pelindung Layar Anti Blue Light
Selain memanfaatkan fitur bawaan perangkat, penggunaan aksesori pelindung juga dapat menjadi pilihan.
Kacamata dengan lensa penyaring blue light dirancang untuk mengurangi cahaya biru yang masuk ke mata ketika menggunakan komputer maupun smartphone dalam waktu lama.
Untuk laptop dan tablet, pengguna juga dapat memasang screen protector khusus anti-blue light yang membantu menyaring sebagian cahaya dari layar.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kombinasi penggunaan pelindung layar dan mode malam mampu menurunkan paparan blue light.
Secara signifikan sehingga mata terasa lebih nyaman ketika bekerja dalam durasi panjang.
3. Manfaatkan Aplikasi atau Software Tambahan
Jika fitur bawaan perangkat belum dirasa cukup, pengguna dapat memanfaatkan aplikasi maupun perangkat lunak yang dirancang khusus untuk mengatur intensitas cahaya layar.
Beberapa aplikasi akan menyesuaikan suhu warna layar berdasarkan waktu matahari terbit dan terbenam sehingga tampilan menjadi lebih hangat pada malam hari.
Contohnya antara lain:
- Twilight untuk perangkat Android, yang mengatur filter warna sesuai waktu dan lokasi pengguna.
- F.lux untuk komputer dan beberapa perangkat Apple, yang secara otomatis menyesuaikan tingkat kecerahan dan suhu warna layar.
Pengaturan otomatis tersebut membantu mengurangi ketegangan mata ketika perangkat digunakan dalam waktu lama, terutama pada malam hari.
Mengapa Mengurangi Paparan Blue Light Penting?
Paparan sinar biru yang berlebihan dapat memberikan sejumlah dampak terhadap kesehatan, terutama jika penggunaan gadget berlangsung hampir sepanjang hari.
Baca Juga: Jadwal F1 2026 Resmi Dirilis, Musim Baru Siap Hadirkan Persaingan Era Regulasi Baru
Beberapa keluhan yang sering muncul meliputi:
- Mata cepat lelah.
- Mata terasa kering.
- Penglihatan menjadi kurang nyaman.
- Sakit kepala.
- Gangguan tidur.
- Sulit berkonsentrasi setelah bekerja lama di depan layar.
Meski perangkat digital sulit dipisahkan dari kehidupan modern, mengatur cara penggunaannya dapat membantu meminimalkan risiko tersebut.
Kebiasaan Sederhana yang Tak Kalah Penting
Selain menggunakan fitur penyaring blue light, beberapa kebiasaan berikut juga layak diterapkan:
- Istirahatkan mata secara berkala menggunakan aturan 20-20-20, yaitu setiap 20 menit melihat objek sejauh sekitar 20 kaki (6 meter) selama 20 detik.
- Kurangi penggunaan gadget setidaknya satu jam sebelum tidur.
- Atur tingkat kecerahan layar agar sesuai dengan pencahayaan ruangan.
- Jaga jarak pandang yang ideal saat menggunakan komputer maupun ponsel.
- Perbanyak aktivitas di luar ruangan untuk memberi waktu istirahat pada mata.
Bijak Menggunakan Gadget untuk Menjaga Kesehatan
Perangkat elektronik memang memudahkan berbagai aktivitas, tetapi penggunaannya tetap perlu diimbangi dengan kebiasaan yang sehat.
Mengaktifkan fitur penyaring blue light, memakai pelindung layar atau kacamata khusus, serta memanfaatkan aplikasi pendukung dapat membantu mengurangi paparan sinar biru.
Dipadukan dengan waktu istirahat yang cukup dan penggunaan gadget secara bijak.
Langkah-langkah sederhana tersebut dapat membantu menjaga kesehatan mata, kualitas tidur, sekaligus mengurangi risiko gangguan akibat terlalu lama menatap layar.
Azarine Nirwasita Zada - Politeknik Negeri Madiun
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : https://www.jawapos.com/gadget/2312060324/3-tips-mengurangi-efek-blue-light-dari-perangkat-elektronik-yang-dipercaya-bisa-picu-penuaan-dini?page=all