Jawa Pos Radar Lawu - Penggunaan smartphone, tablet, dan laptop telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari.
Namun, kebiasaan menatap layar dalam posisi menunduk terlalu lama ternyata dapat memicu gangguan kesehatan yang dikenal sebagai Text Neck Syndrome.
Kondisi ini ditandai dengan munculnya rasa nyeri, kaku, atau tegang pada leher akibat beban berlebih yang harus ditanggung otot dan tulang belakang ketika kepala terus berada dalam posisi menunduk.
Jika tidak segera diatasi, kebiasaan sederhana ini dapat menimbulkan masalah pada postur tubuh hingga gangguan pada saraf.
Apa Itu Text Neck Syndrome?
Text Neck Syndrome merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan keluhan pada leher akibat penggunaan perangkat digital dengan posisi kepala menunduk dalam waktu lama.
Pada kondisi normal, kepala orang dewasa memiliki berat sekitar 4–5 kilogram.
Namun ketika kepala dimiringkan ke depan hingga membentuk sudut sekitar 45 derajat, tekanan yang diterima tulang belakang leher dapat bertambah beberapa kali lipat.
Akibatnya, otot leher harus bekerja lebih keras untuk menopang kepala yang dapat memicu ketegangan, mempercepat keausan sendi, dan mengganggu postur tubuh.
Baca Juga: Peluang Emas! Lamine Yamal Selangkah Lagi Rebut Ballon d'Or 2026 Usai Juara Dunia
Kebiasaan yang Menjadi Penyebab
Beberapa aktivitas sehari-hari dapat meningkatkan risiko mengalami Text Neck Syndrome, antara lain:
- Terlalu lama menggunakan smartphone dengan posisi kepala menunduk.
- Duduk membungkuk saat bekerja menggunakan laptop atau komputer.
- Jarang beristirahat ketika bekerja di depan layar dalam waktu lama.
- Posisi layar yang terlalu rendah sehingga mata harus terus mengarah ke bawah.
- Mengabaikan prinsip ergonomi saat menggunakan perangkat digital.
Semakin lama posisi tersebut dipertahankan, semakin besar pula tekanan yang diterima leher dan punggung bagian atas.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Text Neck Syndrome sering dianggap sebagai pegal biasa. Apabila terus dibiarkan, keluhannya dapat berkembang menjadi lebih serius.
Beberapa gejala yang umum muncul meliputi:
- Nyeri atau rasa kaku pada leher dan bahu.
- Sakit kepala yang berawal dari area leher hingga menjalar ke belakang kepala.
- Nyeri pada punggung bagian atas atau lengan.
- Sulit memutar maupun menggerakkan kepala secara leluasa.
- Bahu cenderung maju ke depan disertai postur tubuh yang membungkuk.
Pada kondisi yang lebih berat, gangguan ini juga dapat menimbulkan kesemutan atau mati rasa pada tangan akibat tekanan terhadap saraf di area leher.
Dampak Jika Tidak Ditangani
Kebiasaan menunduk dalam jangka panjang dapat memberikan dampak yang lebih serius terhadap kesehatan.
Beberapa risiko yang dapat terjadi antara lain:
- Penurunan fleksibilitas leher dan bahu.
- Gangguan postur tubuh yang menyebabkan membungkuk secara permanen.
- Nyeri kepala kronis akibat ketegangan otot leher.
- Kerusakan pada struktur tulang belakang bagian leher.
Karena itu, memperbaiki posisi tubuh sejak dini menjadi awal langkah penting untuk mencegah gangguan yang lebih berat.
Cara Mencegah Text Neck Syndrome
Beberapa kebiasaan sederhana ini dapat membantu mengurangi risiko mengalami Text Neck Syndrome.
1. Posisikan Layar Sejajar dengan Mata
Usahakan layar ponsel maupun monitor berada setinggi pandangan mata agar kepala tidak terus-menerus menunduk.
2. Terapkan Postur Duduk yang Baik
Duduklah dengan punggung tegak, bahu rileks, dan posisi kepala tetap sejajar dengan tubuh.
3. Lakukan Peregangan Secara Berkala
Luangkan waktu untuk meregangkan leher, bahu, dan punggung setiap 30 hingga 60 menit saat bekerja di depan layar.
4. Batasi Durasi Penggunaan Gadget
Mengurangi screen time memberi kesempatan bagi otot dan sendi untuk beristirahat agar tidak terus menerus menatap layar dan menerima tekanan.
5. Gunakan Peralatan Kerja yang Ergonomis
Kursi dan meja kerja yang sesuai bisa membantu menjaga posisi tubuh tetap nyaman selama beraktivitas.
6. Rutin Berolahraga
Aktivitas seperti yoga, pilates, maupun latihan peregangan dapat membantu memperkuat otot sekaligus menjaga fleksibilitas leher dan punggung.
Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?
Segera konsultasikan dengan tenaga medis apabila nyeri leher tidak kunjung membaik meski sudah beristirahat atau melakukan peregangan.
Pemeriksaan juga diperlukan jika keluhan disertai gejala seperti kesemutan, mati rasa, nyeri yang menjalar hingga lengan, atau keterbatasan dalam menggerakkan leher.
Baca Juga: Werwulf Siap Meneror Akhir 2026, Kisah Monster Legendaris di Inggris Abad ke-13
Penanganan lebih lanjut dapat membantu mengetahui apakah terdapat gangguan pada saraf maupun tulang belakang.
Menjaga Leher Tetap Sehat Dimulai dari Kebiasaan Sehari-hari
Text Neck Syndrome menjadi salah satu masalah kesehatan yang semakin sering dijumpai di era digital.
Meskipun terlihat sepele, kebiasaan menunduk terlalu lama saat menggunakan gadget dapat memicu nyeri kronis hingga mengganggu postur tubuh.
Menjaga posisi tubuh tetap ergonomis, membatasi penggunaan perangkat digital, serta rutin melakukan peregangan merupakan langkah sederhana yang efektif untuk melindungi kesehatan leher.
Dengan membangun kebiasaan tersebut sejak saat ini, risiko gangguan akibat penggunaan gadget berlebihan dapat diminimalkan.
Azarine Nirwasita Zada - Politeknik Negeri Madiun
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : https://www.thehealthybelly.co/lifestyle/health-wellness/text-neck-syndrome-penyakit-akibat-terlalu-sering-menunduk-melihat-gadget/