Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Benarkah Kopi dan Teh Bisa Turunkan Risiko Kanker? Ini Penjelasan Studi Terbaru

Mizan Ahsani • Senin, 18 Mei 2026 | 16:30 WIB
Ilustrasi Kopi Dan Teh
Ilustrasi Kopi Dan Teh

Jawa Pos Radar Lawu - Benarkah kebiasaan minum kopi dan teh bisa membantu menurunkan risiko kanker?

Pertanyaan ini kerap muncul di tengah tren gaya hidup sehat yang semakin berkembang.

Sebuah studi terbaru memberikan jawaban menarik, meski tetap menyisakan catatan penting.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal milik American Cancer Society mengungkap bahwa konsumsi kopi dan teh secara rutin berkaitan dengan penurunan risiko kanker, khususnya di area kepala dan leher seperti mulut, tenggorokan, hidung, hingga laring.

Hasil Studi: Kopi dan Teh Berkaitan dengan Penurunan Risiko Kanker

Studi tersebut dilakukan oleh 14 ilmuwan yang tergabung dalam Konsorsium Epidemiologi Kanker Kepala dan Leher Internasional.

Hasilnya menunjukkan adanya hubungan antara kebiasaan minum kopi dan teh dengan penurunan risiko beberapa jenis kanker.

Orang yang mengonsumsi lebih dari empat cangkir kopi per hari diketahui memiliki:

Sementara itu, konsumsi tiga hingga empat cangkir kopi per hari dikaitkan dengan penurunan risiko kanker hipofaring hingga 41 persen.

Baca Juga: Studi Terbaru: Minum Kopi 2–3 Cangkir Sehari Bisa Bantu Kurangi Stres dan Risiko Depresi

Bagaimana Kopi Bisa Memberi Efek Perlindungan?

Para peneliti menjelaskan bahwa efek ini berkaitan dengan hubungan dosis-respons, yakni semakin tinggi konsumsi kopi berkafein (dalam batas tertentu), semakin besar potensi penurunan risiko kanker.

Selain itu, kopi tanpa kafein juga menunjukkan manfaat. Konsumsi hingga satu cangkir per hari dapat menurunkan risiko kanker rongga mulut hingga 25 persen.

Hal ini diduga berkaitan dengan kandungan senyawa bioaktif dalam kopi yang memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi.

Teh Juga Berpengaruh, Tapi Ada Batasannya

Tidak hanya kopi, teh juga menunjukkan efek serupa meski tidak sebesar kopi. Konsumsi hingga satu cangkir teh per hari dikaitkan dengan:

Namun, ada catatan penting. Konsumsi teh lebih dari satu cangkir per hari justru dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker laring sebesar 38 persen.

Ini menunjukkan bahwa konsumsi berlebihan tetap tidak dianjurkan, meskipun berasal dari minuman yang dianggap sehat.

Peneliti: Masih Perlu Kajian Lebih Lanjut

Salah satu peneliti, Dr. Yuan-Chin Amy Lee, menegaskan bahwa hubungan antara konsumsi kopi, teh, dan penurunan risiko kanker masih bersifat kompleks.

Artinya, meskipun hasil studi ini menjanjikan, diperlukan penelitian lanjutan untuk memastikan mekanisme pasti serta faktor lain yang mungkin memengaruhi, seperti gaya hidup, pola makan, dan kondisi kesehatan individu.

Baca Juga: Minum Kopi dan Teh saat Puasa Ramadan? Pakar Gizi Ungkap Risiko Dehidrasi dan Gangguan Tidur

Kesimpulan: Boleh Konsumsi, Tapi Tetap Bijak

Temuan ini memberi kabar baik bagi pecinta kopi dan teh. Namun, penting untuk dipahami bahwa minuman ini bukan “obat” pencegah kanker.

Konsumsi tetap harus dalam batas wajar dan diimbangi dengan gaya hidup sehat secara keseluruhan, seperti pola makan seimbang, olahraga rutin, serta menghindari faktor risiko utama kanker seperti merokok dan polusi.

Dengan pendekatan yang tepat, kopi dan teh bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehat bukan sekadar kebiasaan, tetapi juga potensi perlindungan tambahan bagi tubuh.(*)

*Nizaria Kusumastuti, Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya

Editor : Mizan Ahsani
#Konsumsi Kopi dan Teh Bisa Turunkan Risiko Kanker #kopi #kesehatan #teh