Jawa Pos Radar Lawu - Fenomena cuaca ekstrem El Nino “Godzilla” diprediksi berpotensi terjadi pada musim kemarau 2026 dan membawa dampak serius bagi Indonesia.
Tidak hanya memicu suhu panas ekstrem, kondisi ini juga berisiko mengganggu kesehatan masyarakat, terutama pada sistem pernapasan.
Berdasarkan laporan Kompas.com, Senin (13/4/2026), fenomena ini dapat memengaruhi kualitas udara, air, hingga daya tahan tubuh manusia.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan sejak dini.
Apa Itu El Nino “Godzilla” dan Mengapa Perlu Diwaspadai?
Istilah El Nino “Godzilla” digunakan untuk menggambarkan fenomena El Nino dengan intensitas sangat kuat.
Meski bukan istilah ilmiah resmi, sebutan ini pertama kali dipopulerkan oleh ilmuwan NASA, Bill Patzert.
Fenomena ini terjadi akibat pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang menyebabkan pembentukan awan hujan menjauh dari wilayah Indonesia.
Dampaknya, curah hujan menurun drastis dan musim kemarau berpotensi berlangsung lebih panjang dari biasanya.
Baca Juga: Anak Demam Jangan Langsung Panik! Dokter Anak Ingatkan Obat Penurun Panas Tak Selalu Diperlukan
Dampak Lingkungan: Panas Ekstrem hingga Polusi Udara
El Nino “Godzilla” tidak hanya menyebabkan kekeringan, tetapi juga memperburuk kualitas udara.
Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa minimnya curah hujan membuat polutan tidak tersapu dan justru menumpuk di atmosfer.
Kondisi ini diperparah oleh:
- Udara stagnan
- Lapisan inversi
- Angin lemah
Selain itu, potensi kebakaran hutan dan lahan juga meningkat, yang dapat menghasilkan kabut asap dan memperburuk kondisi udara.
Risiko Kesehatan: Dari Gangguan Pernapasan hingga Penyakit Menular
Perubahan lingkungan akibat El Nino berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.
Paparan polusi udara dalam jangka panjang dapat memicu gangguan pernapasan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak.
Tak hanya itu, kondisi ini juga meningkatkan risiko penyakit, antara lain:
- Demam berdarah dengue
- Malaria
- Diare
- Tifoid
- Kolera
- Leptospirosis
Penurunan kualitas air dan sanitasi menjadi faktor utama meningkatnya penyakit tersebut.
Baca Juga: Studi Kesehatan Terbaru Ungkap Kandungan Cokelat Hitam Diduga Bisa Perlambat Proses Penuaan
Dampak pada Anak: Lebih Rentan dan Mudah Lelah
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan bahwa anak-anak termasuk kelompok paling rentan terdampak cuaca ekstrem.
Pada kondisi panas tinggi, anak cenderung:
- Lebih cepat lelah
- Mudah dehidrasi
- Daya tahan tubuh menurun
Karena itu, anak disarankan lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan selama kondisi cuaca ekstrem berlangsung.
Cara Melindungi Diri dari Dampak El Nino
Untuk mengurangi risiko kesehatan, masyarakat disarankan menerapkan langkah pencegahan berikut:
- Memantau kualitas udara secara berkala
- Mengurangi aktivitas di luar ruangan saat polusi tinggi
- Menggunakan masker saat beraktivitas di luar
- Menggunakan penjernih udara di dalam ruangan
- Menjaga pola hidup bersih dan sehat
- Mengonsumsi makanan bergizi, terutama protein hewani
Langkah ini penting untuk menjaga daya tahan tubuh tetap optimal di tengah kondisi cuaca ekstrem.
Baca Juga: Iuran BPJS Kesehatan April 2026 Naik atau Tidak? Ini Tarif Terbaru Kelas 1, 2, dan 3
Potensi Terjadi hingga Oktober 2026
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa potensi El Nino dapat berlangsung pada periode April hingga Oktober 2026.
Meski masih berupa prediksi, peluang kemunculannya diperkirakan meningkat pada pertengahan tahun.
Fenomena ini bukan sekadar soal suhu panas, tetapi juga ancaman nyata bagi kesehatan dan lingkungan.
Dengan memahami risiko yang ada, masyarakat dapat lebih siap menghadapi dampak El Nino “Godzilla” 2026.
Kewaspadaan dan langkah pencegahan sejak dini menjadi kunci untuk melindungi diri dan keluarga dari dampak cuaca ekstrem yang semakin tidak menentu.(*)
*Nizaria Kusumastuti, Universitas Negeri Surabya
Editor : Mizan Ahsani