Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

6 Tips Puasa untuk Penderita GERD agar Asam Lambung Tidak Kambuh dan Ibadah Tetap Lancar

Sukma Maharani Putri • Jumat, 27 Februari 2026 | 16:20 WIB

 Punya GERD tapi ingin tetap puasa? Ini strategi aman agar asam lambung tetap terkontrol selama Ramadan.
Punya GERD tapi ingin tetap puasa? Ini strategi aman agar asam lambung tetap terkontrol selama Ramadan.

Jawa Pos Radar Lawu - Puasa bagi penderita Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) memang bisa menjadi tantangan. Jika pola makan tidak tepat, asam lambung dapat naik dan menimbulkan gejala seperti nyeri ulu hati, mual, hingga sensasi terbakar di dada (heartburn). Kondisi ini tentu bisa mengganggu kenyamanan beribadah.

Namun kabar baiknya, penderita GERD tetap bisa menjalankan puasa dengan aman selama menerapkan pola makan dan gaya hidup yang tepat. Berikut enam tips yang bisa diterapkan selama Ramadan.

1. Jangan Pernah Melewatkan Sahur

Sahur sangat penting agar lambung tidak kosong terlalu lama. Melewatkan sahur membuat produksi asam lambung tetap berlangsung tanpa ada makanan yang dicerna, sehingga berisiko memicu refluks.

Pastikan sahur dengan:

Puasa bisa berlangsung lebih dari 12 jam, sehingga sahur menjadi fondasi utama menjaga lambung tetap stabil.

2. Pilih Makanan yang Mudah Dicerna

GERD terjadi akibat melemahnya katup otot bagian bawah kerongkongan (LES), sehingga asam lambung mudah naik kembali.

Rekomendasi makanan:

Hindari:

Makanan tinggi lemak dan pedas dapat memicu peningkatan produksi asam lambung.

3. Makan Perlahan dan Kunyah dengan Baik

Makan terlalu cepat membuat lambung bekerja lebih keras dan meningkatkan risiko kambuhnya gejala GERD.

Tipsnya:

Kebiasaan sederhana ini membantu sistem pencernaan bekerja lebih optimal.

4. Jangan Langsung Tidur setelah Makan

Berbaring setelah makan, baik saat sahur maupun berbuka, meningkatkan risiko refluks karena efek gravitasi berkurang.

Idealnya:

Hindari posisi yang menekan perut karena dapat memperparah refluks.

5. Hindari Makanan dan Minuman Pemicu GERD

Beberapa pemicu umum yang perlu dibatasi saat puasa:

Mengonsumsi pemicu saat perut kosong bisa memperparah gejala.

6. Segera Berbuka Saat Waktunya Tiba

Menunda berbuka membuat lambung kosong lebih lama dan meningkatkan risiko asam lambung naik.

Berbukalah dengan makanan ringan yang ramah lambung seperti:

Setelah itu, lanjutkan makan utama secara bertahap dan tidak berlebihan.

Kelola Stres dan Hindari Rokok

Stres dapat memperparah gejala GERD. Lakukan relaksasi ringan, istirahat cukup, dan jaga kualitas ibadah agar tetap tenang.

Merokok juga dapat melemahkan katup lambung dan memicu refluks, sehingga sebaiknya dihindari sepenuhnya.

Kapan Harus Membatalkan Puasa?

Segera batalkan puasa jika mengalami gejala berat seperti:

Kesehatan tetap menjadi prioritas utama dalam beribadah.

Penderita GERD tetap bisa menjalankan puasa dengan nyaman selama disiplin menjaga pola makan, menghindari pemicu, tidak langsung tidur setelah makan, dan mengelola stres dengan baik.

Dengan konsistensi dan perencanaan yang tepat, ibadah Ramadan dapat berjalan lancar tanpa gangguan asam lambung kambuh. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#gerd #puasa sehat #Gerd dan asam lambung #tips puasa