Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Minum Kopi dan Teh saat Puasa Ramadan? Pakar Gizi Ungkap Risiko Dehidrasi dan Gangguan Tidur

AA Arsyadani • Selasa, 24 Februari 2026 | 04:36 WIB

Minum kopi saat puasa? Perhatikan efek kafeinnya!
Minum kopi saat puasa? Perhatikan efek kafeinnya!

Jawa Pos Radar Lawu - Kebiasaan minum kopi dan teh saat sahur atau berbuka sudah menjadi rutinitas banyak orang selama Ramadan.

Namun, efek kafein pada kedua minuman ini perlu diperhatikan agar tidak mengganggu kesehatan dan ibadah puasa.

Guru Besar Gizi Masyarakat dan Sumber Daya Keluarga Institut Pertanian Bogor, Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan MS, mengingatkan bahwa kopi dan teh memiliki sifat diuretik yang bisa memicu tubuh lebih sering buang air kecil.

“Yang pertama kopi itu bersifat diuretik sehingga orang yang minum kopi akan lebih banyak mengeluarkan cairan via urine, teh itu juga mengandung kafein tetapi mungkin tidak setinggi kopi sehingga dampaknya terhadap sifat diuretik itu tidak sehebat seseorang minum kopi,” kata Ali.

Risiko Dehidrasi saat Puasa

Menurut Ali, konsumsi kopi atau teh selama Ramadan sebenarnya tidak secara langsung membahayakan kesehatan. Namun, efek diuretik dari kafein dapat membuat tubuh kehilangan lebih banyak cairan.

Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko dehidrasi, terutama saat menjalani puasa seharian. Akibatnya, tubuh bisa terasa lebih lemas dan kurang bertenaga.

Gangguan Pola Tidur

Selain berdampak pada cairan tubuh, kafein juga memiliki efek stimulan yang membuat seseorang tetap terjaga. Jika dikonsumsi berlebihan saat malam hari, kopi dan teh bisa mengganggu siklus tidur selama Ramadan.

Gangguan istirahat tentu akan memengaruhi kebugaran dan konsentrasi di siang hari.

Waspadai Asupan Gula dan Susu

Tak hanya kafein, tambahan gula dalam kopi dan teh juga perlu diperhatikan. Konsumsi gula berlebih saat sahur atau berbuka bisa meningkatkan risiko gangguan kesehatan, seperti lonjakan gula darah.

Ali juga menjelaskan bahwa penambahan susu ke dalam kopi atau teh tidak serta-merta menghilangkan kandungan gizinya. Namun, campuran tersebut membuat nilai gizi susu tidak lagi dominan karena lebih berfungsi sebagai penambah rasa.

“Oleh karena itu memang saya lebih menganjurkan kalau ketika anda sahur, ketika anda berbuka itu minum cairan-cairan lain, mungkin dampak terhadap problem yang dihadapi tidak terlalu besar,” kata Ali.

Pilih Minuman yang Lebih Aman

Sebagai alternatif, masyarakat disarankan memperbanyak konsumsi air putih atau minuman sehat lainnya saat sahur dan berbuka. Langkah ini membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh selama menjalankan ibadah puasa.

Mengatur konsumsi kopi dan teh secara bijak akan membantu Ramadan tetap sehat, bugar, dan nyaman tanpa gangguan dehidrasi maupun masalah tidur. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#kopi #sahur #teh #tips sahur #buka puasa #puasa ramadan