Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Ade Rai Tantang Publik Stop Karbo saat Sahur: Lemak Terbakar Seharian, Puasa Anti Lemas dan Berat Badan Auto Turun!

AA Arsyadani • Rabu, 18 Februari 2026 | 09:56 WIB
Ade Rai berbagi tips agar puasa tidak loyo seharian.
Ade Rai berbagi tips agar puasa tidak loyo seharian.

Jawa Pos Radar Lawu - Puasa sering dianggap sekadar rutinitas tahunan.

Padahal, menurut binaragawan legendaris Indonesia, Ade Rai, Ramadan bisa jadi momentum revolusi metabolisme asalkan pola sahurnya tepat.

Dan tipsnya? Sederhana. Tapi berani?

"Tipsnya satu aja, kalau berkenan sahur jangan masukin karbo itu aja," ujar Ade Rai.

Pernyataan ini tentu terdengar provokatif.

Di tengah budaya sahur dengan nasi hangat, mie, atau roti, Ade Rai justru menyarankan sebaliknya.

Mengapa?

Ia menjelaskan bahwa ketika sahur tanpa karbohidrat, misalnya hanya mengonsumsi protein seperti telur atau ikan, tubuh tidak mengalami lonjakan gula darah.

"Kenapa? Karena kalau sahur enggak masukin karbo, masukinnya cuma telur aja, masukin cuma ikannya aja. Ini apa? Gula darah kita enggak naik," terangnya.

Di sinilah letak kuncinya. Saat gula darah stabil dan tidak melonjak drastis, tubuh tidak terdorong menyimpan energi berlebih sebagai lemak.

Justru sebaliknya, tubuh tetap menggunakan cadangan lemak sebagai sumber energi utama sepanjang puasa.

"Nah, kalau gula darah kita enggak naik, maka apa yang terjadi? Badan masih akan tetap pakai lemak sebagai sumber tenaga," tambahnya.

Artinya, tanpa diet ketat dan tanpa olahraga ekstrem, puasa bisa menjadi fase pembakaran lemak alami.

Namun sayangnya, banyak orang justru menggagalkan proses ini saat berbuka.

Ade Rai menyoroti fenomena “balas dendam” makan setelah seharian menahan lapar.

"Tapi ada juga karena kesalahan atau ego begitu buka melakukan yang namanya overkompensasi karena merasa puasa dianggap utang kan," ujar Ade Rai.

"Wah lihat nih saya sudah puasa berarti saya berhak untuk makan banyak," lanjutnya.

Mentalitas seperti ini membuat manfaat metabolik puasa menjadi sia-sia.

Tubuh yang sudah bekerja membakar lemak kembali dibanjiri kalori berlebih dalam waktu singkat.

Tak hanya soal sahur, ia juga memberi peringatan tegas soal berbuka puasa.

"Dan satu hal tips aja biar cepat juga setiap buka kalau berkenan bukalah tidak dengan yang manis-manis," tukasnya.

Berbuka dengan makanan manis memang tradisi yang sulit dihindari.

Namun lonjakan gula darah yang terjadi bisa menghentikan proses pembakaran lemak yang sudah berjalan sejak pagi.

Ade Rai pun menegaskan bahwa Ramadan bisa menjadi momen peningkatan kualitas hidup, bukan hanya spiritual tapi juga fisik.

"Makanya ada orang yang memanfaatkan bulan Ramadhan tidak hanya bersih secara keimanan, tapi ternyata secara keimunannya juga jadi tambah sehat," kata Ade Rai.

Jadi sekarang pertanyaannya sederhana: tetap sahur dengan karbo dan kehilangan peluang bakar lemak, atau berani ubah pola makan dan rasakan efeknya?. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#karbohidrat #puasa #diet karbo #tips puasa #tips sahur #ade rai