Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Cuaca Panas Bertahan di Januari, Risiko Dehidrasi hingga ISPA Meningkat

Arif Santosa • Rabu, 7 Januari 2026 | 16:22 WIB

Waspada penyakit akibat cuaca panas.
Waspada penyakit akibat cuaca panas.

Jawa Pos Radar Lawu - Cuaca panas Januari masih terasa meski seharusnya telah memasuki musim hujan, mulai berdampak pada kesehatan masyarakat.

Suhu udara yang relatif tinggi dan minimnya hujan berpotensi memicu penyakit akibat cuaca panas, terutama dehidrasi serta kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan daya tahan tubuh dan kebersihan lingkungan.

Salah satu dampak paling umum dari kondisi panas berkepanjangan adalah dehidrasi. Paparan suhu tinggi membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat melalui keringat.

Jika tidak diimbangi dengan asupan air yang cukup, dehidrasi dapat menyebabkan pusing, lemas, sakit kepala, hingga menurunnya konsentrasi.

Selain itu, infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) juga berpotensi meningkat. Udara panas dan cenderung kering dapat mengiritasi saluran pernapasan, terutama pada anak-anak dan lansia.

Kondisi ini kerap diperparah oleh debu dan polusi yang lebih mudah terhirup ketika hujan belum turun secara merata.

Penyakit diare dan gangguan pencernaan juga perlu diwaspadai. Suhu tinggi dapat mempercepat pertumbuhan bakteri pada makanan dan minuman, khususnya jika penyimpanan tidak higienis.

Di sejumlah wilayah, keterbatasan air bersih turut meningkatkan risiko penyakit berbasis lingkungan.

Cuaca panas di bulan Januari juga dapat memperburuk penyakit kulit, seperti biang keringat, iritasi, hingga infeksi jamur.

Produksi keringat berlebih yang tidak dibersihkan dengan baik menjadi salah satu pemicu utama gangguan kulit.

Untuk mencegah dampak kesehatan akibat cuaca panas, masyarakat diimbau memperbanyak konsumsi air putih, mengonsumsi makanan bergizi, serta mengurangi aktivitas berat di luar ruangan pada siang hari.

Menjaga kebersihan diri, lingkungan, serta memastikan makanan dan air minum dalam kondisi bersih juga menjadi langkah penting.

Penggunaan pakaian yang nyaman dan menyerap keringat, istirahat yang cukup, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan berkepanjangan sangat dianjurkan.

Masyarakat juga diminta tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem, karena hujan lebat dapat turun secara tiba-tiba setelah periode panas yang panjang.

Dengan kewaspadaan dan langkah pencegahan yang tepat, dampak buruk musim panas di bulan Januari dapat diminimalkan sehingga kesehatan masyarakat tetap terjaga di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. (kid)

Editor : Nur Wachid
#musim panas Januari #ispa #cuaca panas Januari #Penyakit akibat cuaca panas #kesehatan masyarakat #dehidrasi