Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Kurang Vitamin D Bisa Picu Kanker Usus Besar? Risiko Penyakit Ini Disebut Lebih Tinggi Diidap Wanita

Rimba Febriani • Jumat, 26 Desember 2025 | 17:49 WIB

 

Kurang vitamin D bukan cuma soal tulang.
Kurang vitamin D bukan cuma soal tulang.

Jawa Pos Radar Lawu - Vitamin D selama ini dikenal penting untuk menjaga kekuatan tulang dan daya tahan tubuh.

Namun, perannya ternyata jauh lebih luas. Kekurangan vitamin D kini dikaitkan dengan meningkatnya risiko kanker usus besar, terutama pada wanita.

Mengutip Hindustan Times, Selasa (16/12), ahli gastroenterologi Dr. Joseph Salhab mengungkapkan bahwa kadar vitamin D yang rendah berhubungan erat dengan meningkatnya risiko kanker usus besar, termasuk yang muncul di usia relatif muda.

Karena itu, menjaga kadar vitamin D dalam batas optimal dinilai penting sebagai bagian dari upaya pencegahan.

“Secara umum, jika seseorang mengalami kekurangan vitamin D, maka seiring meningkatnya kadar vitamin D, risiko kanker usus besar cenderung menurun, termasuk kanker usus besar yang muncul di usia muda. Efek ini terlihat lebih kuat pada wanita karena hormon estrogen dapat membantu kerja vitamin D,” jelas Salhab.

Menurutnya, hubungan antara vitamin D dan kanker usus besar tidak hanya sebatas pencegahan.

Pada pasien yang sudah terdiagnosis, kadar vitamin D yang lebih baik juga dikaitkan dengan hasil pengobatan yang lebih positif.

Vitamin D dan Peluang Hidup Pasien Kanker

Dr. Salhab menambahkan bahwa peningkatan kadar vitamin D berpotensi memperbaiki respons terapi serta meningkatkan angka harapan hidup pada penderita kanker usus besar.

Meski begitu, ia menekankan bahwa manfaat tersebut tidak berlaku secara universal.

Pada individu yang sudah memiliki kadar vitamin D dalam kisaran optimal, konsumsi suplemen tambahan belum terbukti memberikan perlindungan ekstra terhadap kanker usus besar.

“Namun, bagi mereka yang sudah berada dalam kisaran vitamin D yang cukup, penambahan suplemen secara berlebihan belum menunjukkan manfaat yang konsisten,” ujarnya.

Perlu Cek Kadar Vitamin D, Jangan Asal Konsumsi Suplemen

Karena efek vitamin D sangat bergantung pada kondisi awal tubuh, Salhab menyarankan masyarakat terutama wanita untuk memeriksakan kadar vitamin D secara berkala.

Jika ditemukan kekurangan, langkah terbaik adalah berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan cara aman mencapai kadar optimal, baik melalui paparan sinar matahari, asupan makanan, maupun suplemen.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak sembarangan mengonsumsi vitamin D dosis tinggi tanpa pemeriksaan terlebih dahulu.

Sebelum menambah asupan vitamin D, penting untuk memahami siapa yang benar-benar membutuhkannya, kapan vitamin D memberi manfaat maksimal, dan kapan konsumsi berlebih justru tidak memberikan keuntungan tambahan bagi kesehatan. (fin)

 

Editor : AA Arsyadani
#kesehatan pencernaan #vitamin d #kanker usus besar #Gizi dan Nutrisi #kesehatan wanita