Jawa Pos Radar Lawu – Tempe memang jadi primadona protein nabati bagi masyarakat Indonesia.
Selain murah dan mudah diolah, tempe juga punya banyak manfaat kesehatan.
Tapi bagaimana bila tempe dikonsumsi mentah? Apakah tetap menyehatkan atau justru berbahaya?
Sebagian orang meyakini tempe mentah mengandung probiotik yang baik untuk pencernaan, terutama karena belum melalui proses pemanasan.
Namun, anggapan ini perlu diluruskan karena ada risiko kesehatan yang bisa timbul dari kebiasaan makan tempe mentah.
Tempe Mentah, Sehat atau Berbahaya?
Faktanya, tempe memang menyimpan sejumlah nutrisi seperti protein, serat, antioksidan, dan vitamin B kompleks.
Meski proses pemasakan bisa menurunkan sebagian nutrisi, nilai gizinya tetap tinggi setelah dimasak.
Justru, konsumsi tempe mentah bisa berdampak sebaliknya. Tempe yang belum dimasak masih mengandung asam fitat, yaitu zat antinutrisi yang bisa menghambat penyerapan mineral penting seperti zat besi dan zinc.
Dalam jangka panjang, ini berisiko menyebabkan kekurangan mikronutrien.
Lebih dari itu, tempe mentah yang kurang higienis sangat mungkin mengandung kuman berbahaya, seperti:
Bakteri (Salmonella, E. coli)
Jamur liar
Parasit
Kelompok rentan seperti ibu hamil, anak-anak, lansia, serta penderita penyakit kronis sangat tidak disarankan konsumsi tempe mentah karena imunitas mereka lebih rendah.
Gejala Keracunan karena Tempe Mentah
Beberapa gejala yang mungkin muncul setelah konsumsi tempe mentah antara lain:
Mual dan muntah
Sakit perut
Diare
Demam
Reaksi alergi (gatal, ruam merah, atau pembengkakan)
Jika mengalami gejala tersebut, segera konsultasikan ke dokter, terutama bila terjadi dalam beberapa jam setelah mengonsumsi tempe mentah atau setengah matang. (cor)
Editor : Andi Chorniawan