Jawa Pos Radar Lawu – Kadar trigliserida tinggi sering kali tak bergejala, tetapi diam-diam bisa memicu berbagai komplikasi serius seperti stroke dan penyakit jantung.
Untuk itu, menjaga pola makan menjadi langkah penting bagi penderita. Salah satu cara paling efektif adalah menghindari jenis makanan yang berpotensi meningkatkan kadar lemak ini dalam darah.
Trigliserida sendiri merupakan jenis lemak alami yang diproduksi oleh hati dan juga berasal dari makanan.
Nilainya dikategorikan tinggi jika melebihi 200 mg/dl, padahal batas normalnya adalah di bawah 150 mg/dl. Bila dibiarkan, trigliserida tinggi dapat memperburuk kondisi metabolisme dan kesehatan jantung.
Berikut ini 7 jenis makanan yang perlu dihindari untuk menjaga kadar trigliserida tetap normal.
1. Daging Merah dan Olahannya
Daging merah seperti sapi, kambing, serta produk olahannya seperti sosis dan daging asap mengandung lemak jenuh tinggi.
Lemak ini diketahui mampu menaikkan kadar trigliserida dan kolesterol secara bersamaan.
Jika ingin tetap mengonsumsi daging, pilih potongan tanpa lemak dan batasi konsumsinya hanya 1–3 kali seminggu.
2. Roti, Kue, dan Makanan Bertepung
Roti putih, kue manis, biskuit, pasta, hingga pizza termasuk makanan tinggi karbohidrat sederhana dan gula.
Kombinasi ini cepat diubah menjadi trigliserida dalam tubuh. Sebagai alternatif, gunakan bahan-bahan tinggi serat seperti gandum utuh atau tepung almond.
3. Buah Kalengan
Meski praktis, buah kalengan mengandung banyak gula tambahan dan sirup jagung tinggi fruktosa.
Konsumsi rutin dapat memicu lonjakan trigliserida. Pilihan terbaik tetap buah segar yang kaya vitamin dan serat alami.
4. Produk Susu Penuh Lemak
Susu sapi, keju, dan yoghurt full cream mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi.
Penderita trigliserida disarankan beralih ke susu rendah lemak, susu skim, atau alternatif nabati seperti susu almond dan kedelai.
5. Makanan Siap Saji
Burger, ayam goreng cepat saji, hingga kentang goreng dari restoran sering dimasak menggunakan minyak trans atau minyak sawit dalam suhu tinggi.
Ini menyebabkan kandungan lemak jenuh yang sangat tinggi, berkontribusi terhadap naiknya trigliserida.
6. Gorengan dan Minyak Tidak Sehat
Menggoreng makanan dengan mentega atau minyak kelapa bisa meningkatkan asupan lemak jenuh.
Sebagai pengganti, gunakan minyak zaitun atau metode memasak lain seperti kukus, panggang, atau rebus.
7. Nasi Putih
Tingginya kandungan karbohidrat pada nasi putih menyebabkan lonjakan gula darah dan akhirnya memicu trigliserida meningkat.
Ganti atau campur dengan nasi merah, quinoa, atau sorgum untuk hasil yang lebih sehat. (cor)
Editor : Andi Chorniawan