Jawa Pos Radar Lawu - Garis tangan bayi ternyata bisa memberi petunjuk kesehatan, lho!
Salah satunya adalah simian line, garis lurus yang menyeberang telapak tangan.
Apakah ini normal atau tanda gangguan genetik?
Yuk, cari tahu jawabannya.
Apa Itu Simian Line?
Simian line adalah garis horizontal tunggal di telapak tangan, hasil gabungan dari dua garis utama: garis hati dan garis kepala. Biasanya terbentuk sejak janin berusia trimester pertama. Sekitar 1 dari 30 bayi memiliki simian line, dan lebih sering ditemukan pada bayi laki-laki.
Normal atau Tidak?
Simian line bisa jadi variasi normal, terutama jika bayi tumbuh sehat tanpa kelainan lain.
Tapi jika disertai gejala lain, ini bisa jadi indikasi kondisi medis tertentu.
Baca Juga: Bayi Tabung dan Krisis Genetik: Benarkah Laki-Laki Bisa Punah? Begini Fakta Sebenarnya!
Penyakit yang Terkait
Simian line terkadang ditemukan pada bayi dengan kondisi genetik, seperti:
-
Down Syndrome
-
Trisomi 13 & 18
-
Fetal Alcohol Syndrome
-
Cri du Chat Syndrome
-
Sindrom Noonan, Klinefelter, LAD-2, dll.
Baca Juga: 8 Perlengkapan Bayi Baru Lahir yang Wajib Dibeli, Nomor 5 Paling Penting untuk Mama Menyusui!
Apakah Harus Khawatir?
Belum tentu. Banyak orang sehat juga punya simian line. Tapi kalau bayi juga menunjukkan tanda-tanda keterlambatan perkembangan atau kelainan fisik lain, sebaiknya konsultasikan ke dokter anak atau spesialis genetik.
Ciri Telapak Tangan Normal Bayi
Pada bayi tanpa simian line, umumnya ada dua garis melengkung, bukan satu garis lurus. Pola ini menunjukkan perkembangan normal tangan dan otot bayi.
Baca Juga: Mitos atau Fakta: Apakah Benar Menarik Hidung Bayi Bisa Bikin Mancung? Begini Penjelasan Medisnya!
Kapan Perlu Pemeriksaan?
Segera cek ke dokter jika bayi dengan simian line juga menunjukkan:
-
Pertumbuhan motorik lambat
-
Bentuk wajah tidak biasa
-
Masalah organ dalam (jantung, ginjal)
-
Sulit menyusu atau gangguan refleks
Simian line pada bayi bukan selalu tanda penyakit. Bisa jadi variasi genetik normal, bisa juga sinyal awal kondisi medis tertentu.
Yang terpenting, amati tumbuh kembang si kecil dan konsultasi ke dokter jika ragu. Lebih baik waspada daripada menyesal, ya! (fin)
Editor : AA Arsyadani