Jawa Pos Radar Lawu - Kentang adalah salah satu makanan favorit banyak orang karena rasanya lezat dan bisa diolah jadi beragam hidangan.
Tapi tahukah kamu? Kentang yang tampak biasa saja bisa menyimpan racun alami berbahaya!
Yup, kentang bisa mengandung glikoalkaloid, senyawa kimia beracun yang secara alami terbentuk untuk melindungi tanaman dari serangan hama.
Sayangnya, senyawa ini bisa menyebabkan keracunan serius pada manusia, bahkan berisiko fatal jika dikonsumsi dalam jumlah tinggi.
Apa Itu Glikoalkaloid dan Mengapa Berbahaya?
Glikoalkaloid adalah senyawa beracun yang terdapat dalam tanaman keluarga Solanaceae seperti kentang, tomat, dan terong.
Pada kentang, dua jenis glikoalkaloid utama yang paling berbahaya adalah:
- Solanin
- Chaconine
Kadar racun ini bisa meningkat drastis jika kentang:
- Terpapar cahaya terlalu lama
- Bertunas atau berkecambah
- Disimpan dalam kondisi lembap atau terlalu dingin
- Mengalami kerusakan fisik (memar, tergores, dsb)
Bagian paling beracun biasanya terdapat pada kulit kentang yang berubah hijau, tunas, dan mata kentang.
Tanda-Tanda Keracunan Kentang
Jika kamu mengonsumsi kentang dengan kadar glikoalkaloid tinggi, gejala keracunan yang mungkin muncul antara lain:
- Mual dan muntah
- Nyeri perut dan diare
- Sakit kepala, bingung, atau demam
- Kulit kemerahan, hipotermia
- Tekanan darah rendah dan dehidrasi
Dalam kasus ekstrem, keracunan kentang bisa berujung pada kematian.
Jika gejala muncul usai makan kentang, segera periksakan diri ke dokter!
Ciri-Ciri Kentang yang Tidak Aman Dikonsumsi
Kentang Beracun:
- Ada tunas atau mata kentang
- Kulit atau daging kentang berubah hijau
- Terasa pahit saat dicicip
Kentang Busuk atau Basi:
- Bercak hitam besar
- Tekstur lembek
- Bau menyengat
- Muncul jamur
Baca Juga: 10 Sabun Mandi Memiliki Kandungan Pewarna Kosmetik Berlebih, Lux dan Lifebuoy Termasuk!
Tips Menyimpan Kentang dengan Aman
Agar kentang tetap aman dikonsumsi, ikuti tips berikut:
- Simpan di tempat gelap, sejuk, dan kering (bukan di kulkas!)
- Jauhkan dari alat pemanas
- Jangan simpan terlalu lama
- Setelah dimasak, konsumsi dalam 3–4 hari
- Panaskan kembali sebelum makan sisa kentang
Baca Juga: Pilihan Skin Tint Lokal untuk Tampilan Natural Tanpa Ribet, Tetap Glowing Sepanjang Hari
Bolehkah Makan Kentang Hijau atau Bertunas?
- Kentang hijau belum tentu beracun, tapi bisa mengandung solanin. Kalau pahit, lebih baik buang.
- Kentang bertunas sebaiknya tidak dimakan, meski sudah direbus atau digoreng. Racunnya tetap aktif!
- Kalau sudah bertunas, lebih baik tanam saja jadi bibit baru, ya!
Bijak Konsumsi Kentang, Hindari Racunnya
Kentang memang lezat dan bergizi, tapi jangan lengah!
Kenali tanda-tanda kentang beracun, simpan dengan benar, dan hindari konsumsi bagian yang mencurigakan.
Dengan langkah pencegahan sederhana ini, kamu bisa tetap menikmati kentang dengan aman tanpa khawatir risiko keracunan. (fin)