Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Jarang Ada yang Tahu! Dampak Buruk Gula pada Kesehatan Mental Menurut Psikologi

Saestu Saget • Selasa, 3 Juni 2025 | 22:11 WIB

(Ilustrasi) Dampak Gula untuk Kesehatan Mental.
(Ilustrasi) Dampak Gula untuk Kesehatan Mental.

Jawa Pos Radar Lawu – Gula berbahaya bagi kesehatan mental. Jarang ada yang tahu fakta psikologis ini.

Sebagaian besar orang menganggap konsumsi gula berlebih hanya akan berimbas penambahan berat badan.

Faktanya, gula ternyata juga memberikan dampak buruk bagi kesehatan mental. Beberapa penelitian psikologis menunjukkan gula memicu peningkatan hormon rasa senang.

Tapi sebaliknya, ini justru berbahaya karena lonjakan hormon yang instan, membuat sistem penghargaan kacau.

Kita jadi cenderung mencari kebahagiaan sesaat. Rasa bahagia yang berlebihan mengacaukan fokus dan meningkatkan kecemasan.

Mengutip dari website Ableto, berikut 3 dampak buruk gula yang bisa merusak kesehatan mental. Nomor 3 paling sering terjadi namun jarang disadari.

  1. Depresi

Faktanya, mengonsumsi gula bisa menciptakan rasa senang yang luar biasa di awal. Peningkatan mood dan lonjakan hormon kebahagiaan.

Tapi setelah itu, terjadi bounch efect yang sama besarnya. Saat rasa senang telah surut, akan diikuti rasa jenuh yang sama luar biasanya.

Kita jadi cenderung ingin mengonsumsi gula lagi dan lagi. Perilaku ini lama-lama bisa mengganggu suasana hati. Lebih parah lagi karena sistem penghargaan yang terlalu aktif dalam otak dipicu gelombang hormon dopamin yang berlebihan.

Kondisi ini jika dibiarkan dalam jangka waktu yang lama bisa meningkatkan potensi depresi dan skizofrenia.

  1. Kecemasan

Penelitian menunjukkan kalu mengonsumis gula berlebih dan dalam jangka panjang menyebabkan seseorang “membesar-besarkan” rasa takut akan salah dan hasil negatif.

Dari sini tumbul rasa takut dan cemas yang tidak pada tempatnya.

Overthinking, takut akan masa lalu dan terlalu mencemaskan masa depan berlebihan adalah salah satu fakta yang sering ditemui masa kini.

Jadi, untuk mengurangi kecemasan selain lewat cara perancanaan yang matang. Juga harus diimbangi dengan kendali emosional.

Salah satu caranya mengendalikan konsumsi gula.

  1. Penerunan Kemampuan Otak

UCLA pada sebuah study pada tahun 2012 mengungkapkan bahwa konsumsi makanan tinggi gula bisa menyebabkan resisten insulin. Konsumsi makanan tinggi gula merusak sel-sel otak yang berfungi untuk belajar dan mengingat.

Pada akhirnya gula bisa menyebabkan penurunan kemampuan otak dalam memproses dan menyimpan informasi yang diterima.

Selain karena merusak sistem fokus, ternyata gula juga bisa menyebabkan peradangan yang dikaitkan dengan penurunan kemampuan kognitif.

Tanda-tandanya beragam. Mulai sulitnya fokus hingga gejala mirip penuaan seperti mudah lupa dan kebingungan. (*)

Editor : Riana M.
#kesehatan mental #gula #gangguan mental #psikologi #kecemasan