Jawa Pos Radar Lawu - Sakit gigi adalah keluhan umum yang ditandai dengan rasa nyeri pada gigi atau gusi.
Intensitasnya bisa ringan hingga sangat mengganggu, dan sering kali menjadi sinyal awal adanya gangguan kesehatan mulut yang perlu segera ditangani.
Penyebab Umum Sakit Gigi
Berikut beberapa penyebab umum sakit gigi yang perlu diwaspadai:
- Gigi berlubang: Kerusakan enamel yang memungkinkan bakteri masuk ke bagian dalam gigi.
- Infeksi gusi: Radang dan infeksi pada jaringan gusi bisa menyebabkan rasa nyeri.
- Gigi patah: Gigi yang retak atau pecah akibat benturan juga bisa memicu nyeri.
- Abses gigi: Infeksi parah yang terbentuk di akar atau sekitar gusi dan gigi.
Tanpa penanganan, kondisi ini bisa berkembang menjadi masalah serius yang mempengaruhi bagian tubuh lainnya, seperti rahang, leher, bahkan sistem peredaran darah.
Bahaya Jika Sakit Gigi Dibiarkan
Sakit gigi yang diabaikan bisa menyebabkan penyebaran infeksi ke bagian tubuh lain.
Dalam kasus berat, infeksi ini bisa mengganggu fungsi vital dan berisiko fatal.
Selain itu, rasa nyeri terus-menerus juga bisa berdampak pada kesehatan mental seperti stres dan gangguan tidur.
Siapa yang Rentan Sakit Gigi?
Menurut drg. Aulia Ayub, Sp. Ort dari Departemen Ortodonti FKG UGM, semua orang berisiko mengalami sakit gigi, tetapi risiko meningkat jika:
- Jarang menyikat gigi atau membersihkan mulut
- Memiliki riwayat penyakit gusi
- Sering mengonsumsi makanan atau minuman tinggi gula
Baca Juga: Evolusi Sikat Gigi: dari Produksi Massal Bulu Nilon hingga Inovasi AI dalam Perawatan Dental
Cara Efektif Mencegah Sakit Gigi
Untuk mencegah sakit gigi dan menjaga kesehatan mulut, lakukan langkah-langkah berikut:
- Sikat gigi dua kali sehari, setelah makan dan sebelum tidur
- Gunakan benang gigi (dental floss) untuk membersihkan sela gigi
- Kurangi konsumsi makanan manis dan lengket
- Rutin periksa ke dokter gigi setiap 6 bulan
Jika rasa sakit sudah mengganggu, segera konsultasikan ke dokter gigi.
Penanganan dini seperti tambal gigi atau perawatan saluran akar bisa mencegah komplikasi.
Baca Juga: Sejarah Panjang Sikat Gigi dari 3.500 SM, dari Kayu Kunyah hingga Inovasi Nilon
Jaga Kesehatan Gigi, Dukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
Merawat kesehatan gigi bukan hanya untuk kenyamanan pribadi, tapi juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 3: Kehidupan Sehat dan Kesejahteraan.
Akses terhadap layanan kesehatan gigi yang baik berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
Sakit gigi bukan sekadar keluhan ringan. Ia bisa menjadi pintu masuk berbagai penyakit lain yang lebih serius.
Menjaga kebersihan gigi dan mulut secara konsisten adalah investasi kesehatan jangka panjang.
Yuk, mulai dari sekarang! (fin)
Editor : AA Arsyadani