Jawa Pos Radar Lawu – Banyak orang menyamakan jogging dengan lari, padahal keduanya adalah aktivitas fisik yang berbeda, baik dari segi intensitas, teknik, hingga manfaat kesehatannya.
Bagi kamu yang ingin mulai rutin olahraga kardio tapi bingung memilih antara jogging atau lari, penting untuk memahami perbedaannya agar bisa menyesuaikan dengan kondisi tubuh dan tujuan kebugaranmu.
Perbedaan Utama: Kecepatan dan Intensitas
Secara umum, jogging dilakukan dengan kecepatan lebih rendah dibanding lari. Jogging biasanya berada di kisaran 6–9 km/jam, sedangkan lari (running) bisa dimulai dari 10 km/jam ke atas.
• Jogging cocok untuk pemula, pemanasan, atau aktivitas santai yang ingin membakar kalori ringan namun konsisten.
• Lari lebih fokus pada latihan intens, pembentukan otot, dan peningkatan endurance atau kecepatan.
Jogging bersifat low-impact, sehingga lebih aman untuk persendian dan ideal bagi orang yang baru mulai olahraga atau dalam masa pemulihan.
Kalori yang Dibakar: Lari Lebih Efisien, Tapi Jogging Konsisten
Dalam 30 menit:
• Jogging bisa membakar 200–250 kalori
• Lari bisa membakar 300–450 kalori, tergantung intensitas dan berat badan
Artinya, jika kamu ingin menurunkan berat badan lebih cepat dan tubuhmu mampu menahan beban latihan, lari adalah pilihan lebih efisien.
Namun jika kamu memilih konsistensi dan aktivitas yang ringan tapi tetap bermanfaat, jogging tetap sangat direkomendasikan.
Manfaat Kesehatan: Keduanya Sama-Sama Ampuh
Jogging dan lari sama-sama baik untuk:
• Kesehatan jantung dan paru-paru
• Mengurangi stres dan meningkatkan mood
• Meningkatkan kualitas tidur
• Menurunkan risiko diabetes dan tekanan darah tinggi
Namun, lari cenderung lebih cepat membentuk otot kaki dan meningkatkan VO2 max (kapasitas oksigen maksimum tubuh), sementara jogging lebih cocok untuk menjaga metabolisme dan kebugaran harian.
Risiko Cedera: Lari Butuh Teknik dan Persiapan Lebih
Baca Juga: Putuk Truno, Surga Tersembunyi di Prigen: Air Terjun Eksotis di Kaki Gunung Welirang
Karena intensitasnya lebih tinggi, lari memiliki risiko cedera yang lebih besar—seperti shin splints, lutut pelari, atau keseleo.
Jogging relatif lebih ringan dan aman, terutama jika dilakukan di permukaan rata atau menggunakan sepatu dengan bantalan yang baik.
Tips aman berlari:
• Lakukan pemanasan dan pendinginan
• Gunakan sepatu yang sesuai
• Jangan memaksakan kecepatan, terutama jika masih pemula
Mana yang Cocok Untukmu? (*)
Editor : Riana M.