Jawa Pos Radar Lawu - Libur Lebaran selalu menjadi momen yang dinanti banyak orang.
Setelah satu bulan penuh menjalani ibadah puasa, umat Muslim di Indonesia merayakan Hari Raya Idulfitri dengan penuh kebahagiaan—berkumpul dengan keluarga besar, saling memaafkan, menikmati hidangan khas, hingga mudik ke kampung halaman.
Namun, tak sedikit yang justru merasakan kesedihan atau kehilangan semangat ketika libur Lebaran berakhir dan aktivitas kembali normal.
Fenomena ini dikenal dengan istilah post-holiday blues, yaitu kondisi psikologis yang kerap dialami seseorang setelah melewati masa liburan yang menyenangkan.
Perasaan ini bisa muncul dalam bentuk rasa malas, murung, cemas, hingga kesulitan berkonsentrasi saat kembali bekerja atau belajar.
Menurut psikolog klinis, perubahan mendadak dari suasana liburan yang santai menuju rutinitas yang penuh tekanan bisa memicu reaksi emosional.
“Saat libur, tubuh dan pikiran kita berada dalam mode relaksasi. Kita merasa bebas, tanpa banyak tuntutan.
Ketika liburan selesai, kita kembali dihadapkan pada tanggung jawab yang bisa terasa berat secara mental,” ujar dr. Lestari Wulandari, M.Psi., Psikolog.
Khusus pada libur Lebaran, faktor emosional turut berperan besar.
Banyak orang yang hanya sekali setahun bertemu dengan keluarga besar di kampung halaman.
Ketika waktu harus kembali ke kota tempat tinggal atau tempat kerja, perasaan sedih, rindu, bahkan hampa tak bisa dihindari.
Baca Juga: Eling lan Waspodo: Kunci Hidup Penuh Kesadaran dan Keseimbangan
Tidak sedikit pula yang merasa waktu libur terasa terlalu singkat, padahal momen kebersamaan masih ingin dinikmati lebih lama.
Selain itu, selama libur Lebaran, ritme hidup kita pun berubah—pola tidur menjadi tidak teratur, waktu makan bergeser, dan aktivitas fisik menurun.
Hal ini berdampak langsung pada kondisi tubuh dan suasana hati.
Ketika kembali bekerja atau sekolah, tubuh kita perlu waktu untuk menyesuaikan ulang dengan pola harian yang sebelumnya berjalan rutin.
Lantas, bagaimana cara mengatasi perasaan sedih setelah libur Lebaran?
Psikolog menyarankan beberapa langkah sederhana namun efektif.
Pertama, beri waktu untuk transisi. Jangan langsung memaksakan diri menyelesaikan semua tugas sekaligus.
Buat jadwal yang terstruktur agar tubuh dan pikiran bisa beradaptasi secara bertahap.
Kedua, jaga pola tidur dan makan. Kembalikan jam istirahat ke waktu normal agar tubuh tidak kelelahan.
Ketiga, cari kegiatan yang menyenangkan, seperti menonton film favorit, mendengarkan musik, atau bertemu teman. Aktivitas ringan ini bisa membantu memulihkan mood.
Yang tidak kalah penting, tetap jalin komunikasi dengan keluarga atau teman yang baru saja ditinggalkan.
Sekadar mengirim pesan atau melakukan panggilan video bisa membantu mengurangi rasa rindu dan menjaga semangat tetap stabil.
Pada akhirnya, perasaan sedih setelah libur adalah sesuatu yang manusiawi.
Liburan mungkin telah usai, namun kenangan dan semangat dari momen Lebaran bisa tetap hidup, selama kita bisa mengelola emosi dengan bijak. (*)
Editor : Riana M.