Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Ternyata Ulat Jati/Enthung Mengandung Protein Hewani yang Tinggi, Pantas Diburu Warga di Gunung Kidul

Winarsih • Selasa, 19 November 2024 | 20:54 WIB
enthung ulat jati yang kaya akan protein hewani (istimewa)
enthung ulat jati yang kaya akan protein hewani (istimewa)

Jawa Pos Radar Lawu – Daerah Gunung Kidul akhir-akhir ini dikejutkan dengan fenomena ulat jati yang biasanya muncul di awal musim penghujan.

Ulat jati ini biasa dikenal dengan nama latin Hyblaea puera.

Proses bertahan hidup ulat jati ini salah satunya memakan dedaunan jati sekaligus tempat bermetamorfosis menjadi kepompong.

Pada pagi hari biasanya ulat jati turun dari pohon dengan bergelantungan warna hitam Karena belum ganti ungkrung atau kulit berwarna merah.

Proses metamorfosis ulat jati ini juga membutuhkan beberapa minggu sampai berbulan - bulan hingga berubah menjadi kupu-kupu jati yang cantik.

Saat proses metamorfosis ini adalah hal yang sangat diperhatikn oleh masyarakat Gunung Kidul. 

Ulat jati atau yang sudah menjadi kepompong (enthung) ini dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sumber protein hewani.

Enthung yang mengandung protein cukup tinggi, yaitu sekitar 25-30%. Selain itu, enthung juga mengandung karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral.

Enthung jati dapat diolah menjadi berbagai macam masakan, seperti tumis, sayur lodeh, sayur asem-asem, balado, rempeyek, keripik, dan rica-rica.

Rasa enthung yang gurih dan renyah menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta makanan ekstrem.

Akan tetapi, kita juga perlu berhati hati, jangan terlalu banyak memakannya jika baru pertama mencoba karena dapat memicu alergi ketika mengkonsumsinya.

Enthung jati ini juga bisa memperbaiki ekonomi masyarakat, karena selain di jadikan bahan makanan enthung jati bisa di jual lagi hingga harga perkilogram mencapai 60 ribu. (*)

Editor : Riana M.
#SUMBER #ulat #protein hewani #Enthung #fenomena #warga #Ulat Jati #Metamorfosis #gunung kidul