Jawa Pos Radar Lawu - Begadang adalah istilah dalam bahasa Indonesia yang berarti begadang atau terjaga sampai larut malam.
Biasanya, begadang dilakukan untuk melakukan kegiatan tertentu, seperti bekerja, belajar, atau sekadar bersosialisasi dan hiburan.
Meskipun kadang-kadang begadang diperlukan, namun kebiasaan ini dapat berdampak negatif pada kesehatan jika dilakukan secara terus-menerus.
Dokter Tirta pun buka suara soal kebiasaan begadang yang berdampak di masa tua.
Hal tersebut diungakp Dokter Tirta saat berbincang bersama Praz Teguh di podcast YouTube PWK.
Dalam podcast tersebut ada seorang netizen yang bertanya soal pola begadang.
'Dokter Tirta, apa pendapat lu tentang begadang tapi tidur tetep 8-9 jam?' tanya akun @damarmukti_ dikutip dari YouTube HAS Creative.
Menurut dokter Tirta, begadang sah-sah saja tapi harus ada batasannya.
Juga: Orang Tua Perlu Tahu Caranya, Pemulihan Trauma Pelecehan Seksual pada Anak Lebih Lama
"Begadang itu boleh, tapi ada jatahnya. Kalau begadang terus-terusan walapun tidur siang itu kita mengurangi jatah kita di masa tua," ujar dokter Tirta.
Menurutnya tidur malam sangat penting bagi proses metabolisme tubuh.
"Jadi ketika (tidur) malam itu terjadi pergantian sel tubuh yang rusak. Saat tidur sel kulitmu diganti, sel rambut diganti, kuku bertambah panjang, sel yang rusak diganti. Makanya ketika olahraga pegel-pegel," tandasnya.
"Karena jam tidurmu kamu ambil, tubuh nggak sempat recovery. Recovery terjadi saat sinar matahari nggak ada," sambung Dokter Tirta.
Lanjut ia menerangkan jika kebiasaan begadang yang tidak sehat bisa memicu perkembangan sel kanker di kemudian hari.
"Jadi walaupun kamu tidur di siang hari, kamu hanya mengistirahatkan otakmu, tapi selmu nggak sempat ganti. Sel yang rusak ini akhirnya numpuk dan jadi sel kanker," pungkas dokter berambut gondrong itu. (*)
Editor : Riana M.