Jawa Pos Radar Lawu - Susu evaporasi adalah susu yang bertekstur kental.
Namun susu ini berbeda dengan susu kental manis. Susu evaporasi terbuat dari susu sapi dan tanpa gula tambahan.
Biasanya susu evaporasi lebih sering dijadikan bahan tambahan dalam memasak atau sebagai campuran adonan kue.
Susu evaporasi adalah susu yang dipanaskan dengan suhu tinggi untuk menghilangkan 60% kadar air dalam susu sapi segar, sehingga teksturnya lebih kental.
Jadi apabila susu evaporasi dipanaskan maka akan menguap sehingga kandungan airnya menjadi lebih sedikit dan teksturnya menjadi kental.
Meski dipanaskan, proses pembuatan susu evaporasi tetap mempertahankan kandungan laktosa, mineral, lemak, kalsium dan vitamin dalam susu tersebut.
Metode ini memang membuat susu lebih tahan lama tanpa mengurangi kandungan zat gizi yang ada di dalamnya. Itulah mengapa susu evaporasi menjadi susu yang tidak gampang basi.
Susu evaporasi yang belum dibuka dapat bertahan antara 12 hingga 18 bulan. Jika disimpan pada suhu ruangan dan dalam kondisi kaleng belum dibuka.
Jadi apabila susu tersebut dalam kondisi kaleng sudah dibuka diketahui dari berbagai sumber masa simpannya akan berkurang secara drastis.
Susu evaporasi yang sudah dibuka hanya dapat bertahan sekitar satu minggu jika disimpan di dalam kulkas.
Cara menyimpan susu evaporasi yang belum dibuka di tempat yang kering dan sejuk dengan suhu di bawah 21°C.
Sedangkan setelah dibuka dapat dipindahkan ke dalam wadah tertutup dan disimpan dalam kulkas pada suhu di bawah 4°C.
Perlu diketahui untuk tidak disarankan menyimpan susu evaporasi di dalam freezer karena hal ini dapat merusak tekstur dan rasa susu serta menyebabkan perpisahan air dan lemak. (*)
Editor : Riana M.