Jawa Pos Radar Lawu - Mengacu data dari Dinkes Jatim, kasus demam berdarah dengue (DBD) tahun ini berpotensi melonjak.
Ada 6.515 kasus yang terjadi di Jatim selama Januari hingga minggu ketiga bulan Maret tahun ini. Sedangkan selama 2023 hanya 9.401 kasus.
Lonjakan kasus DBD terjadi hampir secara merata. Tak terkecuali daerah di Madiun Raya seperti Madiun, Ponorogo, dan Magetan.
Khusus di Ponorogo, selama 1 Maret 2024 hingga 13 Maret 2024 sudah ada 90 pasien yang dirawat akibat DBD.
Lantas, apa penyebab DBD melonjak?
1. Curah hujan tinggi di musim penghujan
Tingginya curah hujan berdampak pada sejumlah hal. Banyak genangan air yang muncul di sekitar rumah.
Adanya genangan itu banyak disasar nyamuk untuk bertelur. Sehingga hampir dipastikan keberadaan genangan akan menjadi sarang nyamuk.
2. Tersumbatnya selokan
Tidak banyak yang peduli soal kelancaran aliran air di selokan. Padahal kebersihannya harus diutamakan.
Selokan yang mampet bisa menjadi sarang penyakit, terutama jika keberadaanya turtutup. Itu akan sulit dikenali seberapa kebersihannya.
3. Lingkungan yang kurang bersih
Kebersihan lingkungan menjadi hal yang penting diperhatikan. Keberadaan sampah akan menimbulkan penyakit.
Semisal kamar mandi, tempat mandi yang kotor pastinya akan menjadi sarang nyamuk.
4. Budaya masyarakat yang kurang menjaga kebersihan
Tidak semua orang mampu menjaga kebersihan. Alasannya beragam. Ada yang mengaku sibuk bekerja. Ada yang malas. Padahal kebersihan lingkungan amat penting.
Budaya menjaga kebersihan diperlukan dalam pencegahan penyakit.
Itulah empat penyebab kenapa kasus DBD cenderung melonjak di sejumlah daerah. (*)
Editor : Riana M.