MADIUN, Jawa Pos Radar Lawu – Depresi ringan pasca melahiran atau baby blues syndrome bisa berdampak buruk bagi ibu maupun bayi jika tidak segera ditangani.
Dilansir dari Health Shots, ibu dengan masalah baby blues syndrome dapat menangis secara tiba-tiba dan sangat rapuh secara emosional.
Baby blues syndrome ini biasanya disebabkan oleh perubahan hormon secara tiba-tiba dan kombinasi antara stres. Belum lagi kekurangan tidur, serta kelelahan.
Untuk mengatasi baby blues pada ibu, anda bisa mengikuti beberapa langkah berikut:
- Mengatur jadwal
Coba untuk mengatur jadwal anda dengan baik.
Tidur yang cukup dan mengalami aktivitas yang menyenangkan mengurangi potensi terkena baby blues syndrome.
- Mengatur emosi
Coba untuk mengungkapkan perasaan kepada orang-orang yang anda percaya. Bahkan, anda bisa menggunakan jurnal untuk mengungkapkan perasaan anda.
Dukungan teman dan sahabat paling ampuh mengurangi stress baby blues syndrome.
- Mengatur makanan
Coba untuk mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi.
Pastikan untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin dan mineral yang diperlukan oleh ibu dan bayi.
- Mengatur aktivitas fisik
Coba untuk melakukan aktivitas fisik yang ringan seperti berjalan kaki atau berolahraga ringan.
Hal ini akan membantu mengurangi stres dan meningkatkan kesehatan mental agar tidak terkena baby blues syndrome.
- Mengatur penyakit
Jika Anda mengalami gejala depresi atau kecemasan yang berat, segera berkonsultasi dengan dokter atau psikolog.
Mereka akan memberikan penanganan yang tepat untuk mengatasi kondisi anda. Mereka paling tahu cara mengatasi baby blues syndrome.
- Mengatur hormon
Beberapa wanita mengalami perubahan hormon yang bisa menyebabkan baby blues syndrome.
Pastikan untuk mengkonsumsi obat-obatan yang dianjurkan oleh dokter untuk mengatasi kondisi ini.
Dengan mengikuti langkah-langkah ini, anda akan lebih mudah mengatasi baby blues syndrome pada ibu. Dampak lainnya, tumbuh kembang dan kedekatan dengan anak terjaga dengan baik.
Editor : Loditya Fernandes