Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Libur Panjang Dongkrak Wisata Lawu Magetan, Kunjungan Tembus 2.673 Wisatawan

Mizan Ahsani • Selasa, 2 Juni 2026 | 16:35 WIB
Ilustrasi Pemandangan Dari Puncak Gunung Lawu (Nizaria/UNESA)
Ilustrasi Pemandangan Dari Puncak Gunung Lawu (Nizaria/UNESA)

Jawa Pos Radar Lawu - Libur panjang akhir Mei 2026 membawa dampak signifikan bagi sektor pariwisata di lereng Gunung Lawu, Kabupaten Magetan.

Kawasan hutan wisata BKPH Lawu Selatan mencatat lonjakan kunjungan selama periode 23 hingga 31 Mei 2026. Berdasarkan data pengelola, total wisatawan yang datang mencapai 2.673 orang dalam kurun sembilan hari.

Jumlah tersebut meningkat tajam dibandingkan hari normal. Mayoritas pengunjung memanfaatkan momentum long weekend untuk berwisata ke kawasan alam pegunungan.

Asper BKPH Lawu Selatan, Mulyadi, mengatakan bahwa kenaikan kunjungan dipengaruhi kombinasi libur panjang dan kondisi cuaca yang relatif cerah.

“Selain momentum libur panjang, kondisi cuaca yang cukup mendukung membuat masyarakat lebih nyaman berwisata ke kawasan alam,” ujarnya, Selasa (2/6).

Baca Juga: 9 Fenomena Langit Juni 2026: Jadwal Lengkap Strawberry Moon, Hujan Meteor, hingga Konjungsi Planet

Puncak Kunjungan Capai 867 Wisatawan

Puncak kunjungan terjadi pada Minggu (31/5) dengan total 867 wisatawan.

Angka tersebut menjadi yang tertinggi selama periode libur panjang.

Sebelumnya, jumlah pengunjung sempat berada di level rendah. Pada 26 Mei, misalnya, hanya tercatat 56 wisatawan yang datang.

Namun, tren mulai meningkat menjelang akhir pekan.

Pada 28 Mei, jumlah pengunjung mencapai 368 orang, kemudian naik menjadi 568 wisatawan pada Sabtu (30/5), sebelum akhirnya melonjak pada hari berikutnya.

Wisata dan Pendakian Tetap Normal

Mulyadi menambahkan, aktivitas wisata dan pendakian di kawasan Lawu Selatan sejauh ini berjalan normal meski masih berada dalam masa pancaroba.

Meski demikian, pihak pengelola tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang bisa terjadi sewaktu-waktu di kawasan pegunungan.

Pihaknya berharap lonjakan wisatawan ini tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat di sekitar kawasan wisata.

Baca Juga: Mengembalikan Makna Pendakian Gunung: Bukan Sekadar Tren FOMO, Ini Eksistensi Sejati di Alam

“Semoga tren positif ini terus berlanjut dengan tetap mengutamakan faktor keamanan dan keselamatan pengunjung,” tegasnya.(*)

*Nizaria Kusumastuti, Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya

Editor : Mizan Ahsani
#BKPH #magetan #gunung lawu #libur panjang #wisata