Reog Ponorogo Mendunia, Indonesia Bersyukur
Oleh: Hamy Wahjunianto
“Pada malam ini saya membuka acara Semarak Budaya Indonesia Kemenkebud RI di Museum Nasional. Penyelenggaraan acara Semarak Budaya Indonesia ini dimaksudkan untuk mensyukuri diakuinya tiga kebudayaan Indonesia sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO, yakni Reog Ponorogo, Kebaya, dan Kolintang,” sambut Menteri Kebudayaan, Fadli Zon.
Mendengarkan sambutan Menteri Kebudayaan tersebut, rasa haru tetiba menyelimuti hati Bupati Ponorogo dan rombongan yang mendampinginya.
Mbah Pur dan Pak Pri Honggolono nampak menahan rasa haru mereka. Rasa haru kedua tokoh Reog Ponorogo seakan mewakili perasaan para pejuang Reog di seluruh penjuru dunia.
Perjuangan panjang Bupati Ponorogo dan segenap pejuang Reog Ponorogo sejak tahun 2022 untuk menjadikan Reog Ponorogo sebagai Intangible Cultural Heritage UNESCO akhirnya terwujud. “Ini rejeki anak sholeh,” canda Bupati Ponorogo, Kang Sugiri Sancoko.
“Reog Ponorogo memang sangat pantas menjadi Warisan Budaya Takbenda UNESCO karena perjuangannya luar biasa dan tak kenal lelah yang bahkan mampu melakukan riset Reog Ponorogo di saat Covid 19 sedang puncak-puncaknya,” ujar Bu Irini Dewi Wanti, Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan. Riset tersebut sangat penting untuk penyusunan dossier Reog Ponorogo.
Memang sudah waktunya bagi Reog Ponorogo yang selama ini sering menjadi tulang punggung Pemerintah Indonesia saat menjadi tuan rumah acara yang dihadiri oleh pejabat negara sahabat untuk ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO.
BIODATA SINGKAT: Penulis adalah anggota tim pengusul reog sebagai warisan budaya takbenda atau intangible cultural heritage (ICH) ke United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO).
Editor : Nur Wachid