Jawa Pos Radar Lawu - Liburan Bimo (23) ke Gunung Lawu berubah jadi cerita misteri sekaligus pelajaran yang tak akan pernah ia lupakan.
Ia diteror suara tawa cekikikan saat turun dari puncak ke pos 4.
Ternyata, Bimo dapat gangguan gaib karena ulahnya sendiri mengubah dan merusak plang papan penunjuk jalur pendakian di pos 4.
Bimo adalah seorang pemuda asal sebuah kota di Jawa Timur. Ini adalah pendakiannya ke 2 di Gunung Lawu. Berangkat sendiri tanpa teman muncul ide iseng itu di kepalanya.
Bukan cuma iseng, tapi yang Bimo lakukan jelas membahayakan pendaki lain yang bergantung pada penunjuk jalan menuju puncak maupun turun dari puncak Hargo Dumilah.
“Suara tawa cekikikan perempuan, Mas. Kedengeran kenceng banget tapi orang-orang di sekitar saya nggak ada yang denger. Cuma saya yang ketakutan. Suaranya kayak ada di dalam gendang telinga saya,” terang Bima.
Karena suara cekikikan tersebut Bima akhirnya sadar kesalahan yang ia lakukan. Ia menelusuri jalan membetulkan kembali plang penunjuk jalan yang dirusaknya.
“Setelah yang terakhir di pos 4 saya betulkan, sudah tidak ada lagi suara cekikikannya, Mas. Tak lupa pas turun saya juga minta maaf sama petugas di pos pemberangkatan. Saya benar-benar menyesal, Mas.”
Mas Bimo tak lupa mengingatkan kita kalau karma buruk tak selalu berwujud hukuman atau denda.
Baca Juga: Jadwal Grup U 32 Besar Liga 4 Nasional, Persinga Ngawi Kembali Jadi Tuan Rumah
Syukur ia masih diingatkan dengan tawa cekikikan yang menyeramkan. Karena kalau alam sudah marah, hukumannya bisa jadi hilang di tengah hutan.
Simak selengkapnya cerita misteri lainnya tentang Gunung Lawu hanya di Radar Lawu. (*)
Editor : Nur Wachid