Jawa Pos Radar Lawu - Sekar (18) meninggalkan Ajeng (19) di pos 4 ketika turun dari mendaki Gunung Lawu berujung jadi cerita misteri karma yang seolah nyata.
Setibanya di bawah, ternyata Ajeng malah sudah sampai lebih dulu dibanding Sekar.
Sekar bilang ingin mencari bantuan tapi tak ternyata tak kunjung kembali. Sementara Ajeng yang asam lambungnya mendadak kambuh dapat pertolongan dari pendaki lain.
Gunung Lawu seolah tahu niat buruk Sekar. Ia bukan tidak kembali, tapi memang tak mau kembali.
Sekar tak mau menunggui Ajeng, dia mau pulang. Ia bilang ingin mencarikan bantuan padahal tidak.
Eh pas turun Sekar malah tersasar. Ia melihat jalur Gunung Lawu bercabang jadi 2 saat kabut turun. Sekar memilih jalan yang salah dan berujung kesasar.
Mbah Hargo, juru kunci Gunung Lawu menuturkan barangsiapa yang memiliki niat buruk bahkan hanya dalam hati saja akan langsung dapat balasannya dari Gunung Lawu.
“Aku nggak tahu pergi ke mana. Jalannya tiba-tiba gelap ditutup kabut. Daripada aku kesasar makin jauh makanya cuma bisa diem,” ujar Sekar yang ditemukan Tim Penyelamat setelah Ajeng melapor.
Karena kejadian itu, Sekar mendapatkan luka traumatis. Ia menyesal sudah meninggalkan Ajeng sendirin yang justru berujung membuat dirinya sendiri celaka.
Baca Juga: Ambil Bunga Edelweiss, Cerita Misteri Pendaki Gunung Lawu Diikuti Sosok Mistis
“Nggak papa namanya manusia wajar berbuat salah. Yang penting Sekar udah ditemukan. Kalau bukan karena kebaikan Sekar, saya juga nggak akan mungkin sampai di Gunung Lawu,” imbuh Ajeng berbesar hati memaafkan temannya.
Ikuti cerita misteri lainnya seputar Gunung Lawu di Radar Lawu, ambil hikmah agar bijak saat melakukan pendakian. (*)
Editor : Nur Wachid