Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

CERITA MISTERI | Desa Cemaralangu (2) - Tempat Sakral Dipakai Bermesraan, Tanda Pagebluk di Kaki Gunung Lawu kian Kentara

Deni Kurniawan • Rabu, 7 Agustus 2024 | 23:09 WIB
Ilustrasi cerita misteri Desa Cemaralangu (AI GENERATED/CHAT GPT)
Ilustrasi cerita misteri Desa Cemaralangu (AI GENERATED/CHAT GPT)

PAGEBLUK ditandai dengan meninggalnya sesepuh desa kami.

Sesepuh yang lahir dan mati di kaki Gunung Lawu.

Mati karena ketiban batang pohon beringin yang roboh kena angin.

Dia menyampaikan sebuah sebelum menghembuskan napas terakhir.

Mendiang ingin monumen di lokasi wisata desa kami untuk dirobohkan.

Seluruh warga desa tahu bahwa tempat monumen berdiri merupakan kawasan sakral.

Setelah makam sesepuh kering, kami berembuk memikirkan cara merobohkan monumen.

Keputusannya, beramai-ramai kami ngeluruk kantor desa setempat.

Keinginan kami utarakan. Namun, tak ada solusi.

Upaya dan hasil serupa juga kami dapat di tingkat kecamatan.

Ke tingkat kabupaten akhirnya kami mengadu.

Hasilnya, kembali diarahkan ke desa.

Merasa dipersulit, seorang warga naik pitam.

Dia berniat menghancurkan monumen seorang diri.

Bukan monumen roboh, dia malah masuk penjara.

Kami sama sekali tak tahu kesalahannya.

Monumen tetap kokoh berdiri.

Wisata di desa kami semakin dikenal banyak orang.

Terutama kalangan muda-mudi.

Tempat monumen yang dulunya sakral itu lantas kerap dipakai bermesraan.

Bersama dengan itu, tanda-tanda pagebluk di desa kami kian kentara.

Padi baru tanam mati kekeringan.

Yang sudah bernas, gagal panen dihabiskan hama.

Desa subur di kaki Gunung Lawu itu mulai merana.

Cuma sebagian kecil yang untung karena wisata ramai. (*)

*Penulis bekerja di Radar Lawu

Editor : Deni Kurniawan
#misteri #cerpen #pagebluk #sakral #wisata #desa #gunung #lawu #Cemaralangu #Cerita