Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Telaga Sarangan : Asal Usul, Mitos Naga, dan Sepasang Kekasih yang Rungkad

Dhea Rizki Oktafiani • Sabtu, 29 Juni 2024 | 04:30 WIB

Asal Usul Telaga Sarangan dan Mitos yang Beredar di Masyarakat (Ilustrasi Foto : Pinterst)
Asal Usul Telaga Sarangan dan Mitos yang Beredar di Masyarakat (Ilustrasi Foto : Pinterst)

Jawa Pos Radar Lawu - Telaga Sarangan memang menyuguhkan keindahan yang mempesona dan mampu menyihir mata.

Pemandangan alam yang asri serta udara yang masih sejuk menjadikan wisata ini tidak jauh berbeda dengan berlibur di Swiss.

Namun taukah dibalik keindahannya, Telaga Sarangan menyimpan legenda asal usul yang sampai saat ini masih dipercayai oleh masyarakat sekitar.

Bahkan terdapat mitos yang juga turut muncul dan dipercayai sebagian orang. Apa itu?

Yuk simak penjelasan berikut ini.

Asal Usul Telaga Sarangan

Dikutip dari buku Kumpulan Legenda Nusantara (2023) karya Astri Damayanti, asal usul terbentuknya telaga sarangan dimulai dari kisah sepasang suami istri Kyai Pasir dan Nyai Pasir yang tinggal di gubuk lereng Gunung Lawu.

Mereka berdua berprofesi sebagai petani dan terlihat sering menggarap ladangnya. Hingga suatu hari, Kyai Pasir menemukan sebutir telur di Ladang dan membawanya pulang tanpa mencari tahu terlebih dahulu asal muasal telur tersebut.

Sesampainya di rumah, Kyai Pasir meminta Nyai Pasir untuk memasak telur tersebut sebagai lauk makan siang.

Dilakukanlah perintah Kyai Pasir itu dan setelah telur matang, mereka menyantapnya bersama sama sebagai lauk.

Setelahnya Kyai Pasir kembali ke ladang, namun dalam perjalanan Ia merasa tubuhnya panas.

Kyai Pasir lantas berguling guling di pasir sekitar ladang karena rasa panas itu membuatnya kesakitan. Namun, setelahnya malah muncul sisik dari kulit Kyai Pasir hingga merubahnya menjadi seekor naga jantan.

Tidak hanya Kyai Pasir, Nyai Pasir pun merasakan panas dan rasa sakit yang sama. Ia mencoba menyusul suaminya ke ladang dan berubah menjadi seekor naga betika.

Karena masih kesakitan, keduanya masih berguling guling hingga gerakan itu membuat cekungan yang dalam sampai muncul mata air. Mata air itupun menggenangi mereka dan akhirnya menjadi telaga.

Konon Kyai Pasir dan Nyai Pasir masih tinggal di dalam telaga tersebut. Telaga Sarangan juga awalnya bernama Telaga Pasir.

Namanya berubah karena letak lokasi Telaga tersebut berada di Desa Sarangan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur sehingha dikenal dengan Telaga Sarangan.

Mitos Telaga Sarangan

Baca Juga: Keren! Girl Band Hijab Genre Metal Asal Garut Ini akan Tampil Sepanggung dengan Coldplay

Selain hewan naga yang tinggal di dalam Telaga, terdapat mitos lain yang mengatakan bahwa Kyai Pasir dan Nyai Pasir tinggal di tengah pulau Telaga Sarangan. 

Selain itu juga terdapat kepercayaan masyarakat yang mana mengakatan bahwa sepasang kekasih akan rungkad atau putus setelah berlibur ke Sarangan.

Hal itu karena pasangan tersebut terkena kutukan ghaib. (*)

Editor : Riana M.
#telaga sarangan #nyai pasir #mitos #kyai pasir #magetan #asal usul #jawa timur #naga #sarangan #tempat wisata #legenda #suami istri