Bukan Cuma Olahan Jambu Mete, Desa Wisata Karangtengah Bantul Punya Trek Downhill dan Batik Alami

Jawa Pos Radar Lawu - Keindahan alam pedesaan Yogyakarta seolah tidak pernah kehabisan cara untuk memikat para pelancong.
Salah satu destinasi yang menawarkan paket lengkap antara ketenangan alam dan kaya akan interaksi budaya adalah Desa Wisata Karangtengah, yang terletak di Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul.
Berada hanya sekitar dua kilometer dari kawasan bersejarah Kompleks Makam Raja-Raja Imogiri, desa wisata ini menyuguhkan hamparan perbukitan hijau, udara bersih yang menyegarkan, serta keramahan warga lokal yang langsung menyapa siapa saja yang singgah.
Sejak pertama kali memasuki kawasan Karangtengah, mata pengunjung akan dimanjakan oleh vegetasi pepohonan rindang yang menyelimuti area perbukitan.
Desa ini sudah lama tersohor sebagai salah satu sentra utama penghasil jambu mete di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Di lahan seluas puluhan hektar, ribuan pohon jambu mete tumbuh subur dan menjadi bagian penting dari denyut nadi ekonomi warga.
Wisatawan yang datang tidak sekadar membeli kacang mete yang sudah jadi, melainkan bisa mengikuti paket agro edukasi untuk memetik buahnya langsung dari dahan, melihat proses pemisahan biji mete, hingga menjajal cara sangrai tradisional bersama para pengrajin lokal.
Potensi Karangtengah tidak berhenti pada komoditas jambu metenya saja.
Desa ini juga berkembang menjadi tempat belajar seni dan kerajinan tangan tradisional yang sangat diminati pengunjung dari berbagai daerah.
Salah satu produk unggulannya adalah seni batik tulis dan batik cap yang memanfaatkan bahan pewarna alami.



