Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Guru PPPK OKU Ditemukan Tewas Terikat di Kamar Kos, Warga Geger: Polisi Dalami Dugaan Pembunuhan Berencana

Nur Wachid • Senin, 24 November 2025 | 00:39 WIB
polisi masih usut dugaan pembunuhan dengan korban guru PPPK.
polisi masih usut dugaan pembunuhan dengan korban guru PPPK.

Jawa Pos Radar Lawu — Suasana Desa Sukapindah, Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya, mendadak heboh setelah seorang guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) ditemukan tewas dengan kondisi tidak wajar di kamar kosnya pada Rabu (19/11) sekitar pukul 17.30 WIB. Korban, Sayidatul Fitriyah (27), guru muda yang baru beberapa bulan mengajar di SMP Negeri 46 OKU, ditemukan dengan tangan dan kaki terikat kain jilbab, memunculkan dugaan kuat bahwa ia menjadi korban tindak kekerasan.

Kecurigaan bermula ketika motor korban terlihat terparkir di halaman kos sejak pagi hingga sore tanpa ada aktivitas seperti biasanya. Resta (27), tetangga kos yang mengenal korban, merasa ada sesuatu yang tidak beres. Ia kemudian menghubungi dua warga lain, Zainudin (51) dan Abasro (63), untuk mengecek keadaan korban.

Saat pintu kamar coba diketuk, tidak ada jawaban. Kondisi listrik di kamar juga padam. Ketiganya akhirnya memutuskan membuka pintu menggunakan kunci cadangan pemilik kos. Ketika cahaya senter diarahkan ke dalam ruangan, mereka terpaku melihat tubuh Sayidatul sudah kaku, terlentang di lantai dengan posisi tangan dan kaki terjerat kain jilbab.

Korban juga masih memakai baju dinas putih khas guru, seolah ia tak sempat mengganti pakaian setelah pulang bekerja. “Kami langsung lemas melihatnya. Keadaan kamarnya juga rapi, tidak seperti habis keributan,” ujar salah satu saksi warga.

Setelah laporan warga masuk, aparat Polsek Peninjauan bersama Tim Inafis Polres OKU segera mendatangi tempat kejadian perkara. Petugas melakukan pemeriksaan detail, termasuk memotret kondisi kamar, mengumpulkan barang bukti, serta mencatat posisi tubuh korban saat ditemukan.

Kapolres OKU, AKBP Endro Aribowo, menyatakan bahwa kondisi korban sangat mengarah pada tindak pidana pembunuhan. Ikatan pada tubuh korban, pakaian yang masih lengkap, serta tidak adanya barang berharga yang hilang membuat dugaan perampokan langsung disingkirkan.

“Ciri-ciri di TKP mengarah pada dugaan pembunuhan. Kami sedang mendalami waktu kematian, kemungkinan pelaku, dan motifnya,” ujarnya.

Hingga kini, polisi telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk warga kos, pemilik indekos, dan rekan kerja korban. Kamera CCTV di beberapa titik sekitar lokasi juga tengah dianalisis untuk mencari petunjuk kedatangan atau aktivitas mencurigakan pada hari kejadian.

Jenazah Sayidatul langsung dievakuasi ke RSUD Dr. Ibnu Sutowo, Baturaja, untuk pemeriksaan lebih lanjut. Meski hasil resmi autopsi belum dirilis, laporan awal menyebutkan adanya sejumlah luka memar di beberapa bagian tubuh korban, seperti pergelangan tangan, paha, kening, serta pembengkakan pada mulut dan telinga. Luka-luka tersebut diduga akibat upaya melawan atau jeratan benda tumpul.

Pihak kepolisian menyatakan bahwa hasil autopsi sangat penting untuk mengungkap bagaimana korban meninggal, apakah ia dibekap, dicekik, atau mengalami kekerasan lain. Namun, keputusan autopsi masih menunggu persetujuan pihak keluarga yang disebut masih shock mendalam.

Sayidatul Fitriyah dikenal sebagai guru yang berdedikasi meski baru beberapa waktu dilantik sebagai PPPK pada 1 Oktober lalu. Rekan guru menggambarkannya sebagai sosok pendiam, ramah, dan tekun menyelesaikan pekerjaan sekolah. Ia sempat mengunggah momen kegiatan outbond bersama murid-muridnya pada akhir Oktober, menunjukkan antusiasme dan kedekatannya dengan para siswa.

Kepala sekolah SMP Negeri 46 OKU menyebut kepergian Sayidatul sebagai “kehilangan besar bagi dunia pendidikan,” mengingat korban merupakan salah satu guru muda yang cepat beradaptasi dan memiliki potensi besar di bidang pengajaran.

Kematian tragis guru muda ini menuai gelombang reaksi di media sosial maupun komunitas pendidikan. Banyak yang menyerukan perlindungan lebih bagi guru, terutama mereka yang berada jauh dari keluarga dan tinggal di indekos. PGRI setempat mendukung penuh penyelidikan aparat dan meminta pemerintah memastikan keamanan guru di wilayah terpencil.

Di Desa Sukapindah, warga masih merasa was-was dengan kejadian tersebut. Banyak yang berharap polisi segera menemukan pelakunya agar tidak menimbulkan kecemasan berkepanjangan.

Kapolres OKU memastikan bahwa penyelidikan dilakukan secara maksimal. Pihaknya berkomitmen menyampaikan setiap perkembangan penting, termasuk ketika hasil autopsi dan pemeriksaan saksi telah mengerucut pada pelaku atau motif tertentu.

“Kasus ini menjadi prioritas. Kami tidak ingin spekulasi berkembang tanpa kepastian. Semua informasi akan dirilis secara bertahap sesuai proses penyidikan,” tegasnya.

Hingga saat ini, motif pembunuhan masih misterius dan identitas pelaku belum diungkap. Publik berharap aparat segera menemukan titik terang demi keadilan bagi almarhumah dan keamanan bagi para pendidik lainnya.  (hamid-mg-uinpo/kid)

Editor : Nur Wachid
#guru PPPK OKU #SMPN 46 OKU #pembuahan #viral