MiawAug Tetap Santun Meski Main Game Horor dan Sulit, Ini Rahasia di Baliknya
Advertisement
" width="100%">
Jawa Pos Radar Lawu - Di tengah maraknya kreator gaming yang kerap melontarkan umpatan ketika mengalami kekalahan atau menghadapi momen menegangkan, MiawAug justru dikenal dengan gaya yang berbeda. Selama lebih dari satu dekade berkarya di YouTube, kreator bernama asli Reanggie Prabowo Wongkar itu hampir tidak pernah terdengar mengucapkan kata-kata kasar, bahkan ketika memainkan game horor, game bertingkat kesulitan tinggi, maupun saat mengalami kekalahan berulang kali.
Sikap tersebut menjadi salah satu ciri khas yang membuat MiawAug memiliki basis penggemar dari berbagai kalangan, termasuk anak-anak hingga orang tua.
Konsisten Menjaga Konten Ramah Keluarga
Sejak awal membangun kanal YouTube, MiawAug dikenal mengusung konsep family friendly atau ramah untuk semua usia.
Dalam berbagai video, ia lebih sering melontarkan ekspresi seperti "Ya ampun," "Astaga," atau "Aduh" ketika terkejut dibanding menggunakan umpatan. Gaya tersebut membuat videonya nyaman ditonton tanpa khawatir muncul bahasa yang tidak pantas.
Konsistensi ini juga menjadi salah satu alasan banyak orang tua mengizinkan anak-anak mereka menonton konten MiawAug.
Tetap Tenang Meski Bermain Game Sulit
MiawAug telah memainkan berbagai judul game yang dikenal mampu menguji kesabaran pemain, mulai dari game horor seperti Resident Evil, Outlast, dan Poppy Playtime, hingga game dengan tingkat kesulitan tinggi seperti Dark Souls, Elden Ring, maupun berbagai game survival.
Meski sering mengalami kekalahan atau dibuat terkejut oleh jumpscare, reaksinya cenderung tetap terkendali. Alih-alih meluapkan emosi dengan kata-kata kasar, ia memilih tertawa atau memberikan komentar yang menghibur.
Pernah Menjelaskan Alasannya
Dalam beberapa kesempatan saat siaran langsung maupun sesi tanya jawab bersama penggemar, MiawAug mengungkapkan bahwa ia ingin membuat konten yang bisa dinikmati oleh semua kalangan.
Karena itu, ia berusaha menjaga tutur katanya agar tetap sopan. Menurutnya, seorang kreator memiliki tanggung jawab terhadap penonton, terutama karena sebagian besar audiensnya berasal dari usia remaja dan anak-anak.


