Mitos Jackalope, Kelinci Bertanduk Rusa asal Amerika Utara

Jawa Pos Radar Lawu - Setiap daerah dan negara pasti punya cerita rakyat, mitos, dan legenda yang khas. Jackalope adalah salah satunya, binatang berupa kelinci bertanduk rusa.
Mitos ini berasal dari Amerika Utara, khususnya di daerah Amerika Serikat seperti negara bagian Wyoming dan Dakota Selatan.
Berbahaya dan Dapat Memburu Manusia
Nama Jackalope berasal dari kata gabungan dari "jackrabbit" (kelinci hutan) dan "antelope" (antelop), perawakannya sendiri pun berupa kelinci bertanduk rusa.
Cerita dari mitos Jackalope telah menghantui daerah Amerika Utara dari zaman Old West, yaitu sejak sekitar abad ke-17.
Dimana para pemburu hingga dianjurkan untuk memakai cerobong asap di kedua kaki untuk menghindari gigitan fatal dari Jackalope.
Koboi yang berdiam bersama pun juga terancam oleh keberadaannya, karena Jackalope dikatakan mampu untuk meniru suara manusia.
Ia juga mampu meniru lagu yang dinyanyikan para koboi tersebut. Tak hanya itu, suara lain seperti suara hewan mamalia lain hingga gergaji mesin pun dapat ditirunya.
Kemampuannya meniru suara tersebut digunakan untuk mencari mangsa, termasuk manusia yang menjadi salah satu mangsanya.
Kepopulerannya di Kalangan Masyarakat
Meskipun diceritakan sebagai hewan yang berbahaya, sama seperti hewan mitos lainnya, Jackalope menjadi ikon bagi masyarakat Wyoming.
Ketenarannya membangkitkan usaha taksidermi Jackalope yang menggabungkan mencangkokkan tanduk rusa ke taksidermi kelinci hutan.
