Jawa Pos Radar Lawu - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar seremonial tahunan, tetapi momentum penting untuk meneladani empat sifat utama Rasulullah.
Sifat-sifat mulia ini patut dicontoh oleh seluruh umat Islam, dari rakyat biasa hingga pejabat negeri, agar Indonesia menjadi lebih baik dan bermartabat.
Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada Jumat (5/9) hadir sebagai pengingat untuk kembali pada nilai-nilai keteladanan Rasulullah.
Ada empat sifat wajib Rasulullah yang harus diamalkan umat Islam dalam kehidupan sehari-hari: shidiq, amanah, tabligh, dan fathanah.
1. Shidiq (Jujur)
Rasulullah senantiasa bersifat jujur. Lawannya adalah kadzib (dusta) yang mustahil dimiliki beliau.
Kejujuran menjadi jaminan bahwa semua ajaran yang dibawa benar-benar berasal dari Allah, bukan karangan manusia.
Sayyid Husain dalam al-Hushun al-Hamidiyah menegaskan:
"Maka dalil (jujurnya para rasul) adalah: jika seandainya mereka berdusta dalam ajarannya, niscaya berita dari Allah juga dusta. Karena Allah telah membenarkan mereka dengan adanya mukjizat, yang Allah berikan kepada mereka sebagai jaminan.
Dan, mukjizat ini sudah menempati posisi firman Allah: "Telah benar hamba-Ku dalam setiap apa yang mereka sampaikan dari-Ku’.”
Baca Juga: Desain Banner dan Spanduk Maulid Nabi 1447 H Berdasarkan SKB 3 Menteri, Anti Ribet dan Bisa Diedit!
2. Amanah (Dapat Dipercaya)
Rasulullah adalah sosok yang amanah dan mustahil berkhianat.
Semua risalah Allah dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Hal ini ditegaskan dalam surah Al-A’raf ayat 68:
"Aku sampaikan kepadamu risalah-risalah Tuhanku dan aku terhadap kamu adalah penasihat yang terpercaya."
Sayyid Husain menambahkan:
"Adapun dalil (wajibnya sifat amanah): jika seandainya para rasul berkhianat dengan mengerjakan kemaksiatan, niscaya kita akan diperintah mengerjakannya pula. Karena Allah ta’ala memerintahkan kita untuk mengikuti mereka dalam ucapan, tindakan, dan perbuatannya tanpa diperinci, sedangkan Allah tidak memerintahkan maksiat.”
3. Tabligh (Menyampaikan Risalah)
Rasulullah selalu menyampaikan wahyu Allah tanpa menyembunyikan sedikit pun. Lawan dari tabligh adalah kitman (menyimpan).
Dengan sifat tabligh, umat menerima ajaran Islam secara utuh.
4. Fathanah (Cerdas)
Kecerdasan Rasulullah menjadi jaminan bahwa risalah disampaikan dengan tepat, logis, dan argumentatif.
Tanpa kecerdasan, beliau tidak akan mampu menghadapi penentang risalah.
Sayyid Husain menegaskan:
"Dan ini (ketidakmampuan rasul membantah argumentasi penentangnya) bertentangan dengan pangkat mereka yang telah diutus untuk memberikan jalan hidayah kepada makhluk untuk menuju al-haq (Allah). Oleh karena itu, wajib bagi para rasul untuk memiliki sifat fathanah, dan muhal bagi mereka memiliki sifat perlawananya (baladah).” (fin)