Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ziarah Kedirian dan Puisi Warok Sutejo Lainnya

R
Penulis: Redaksi❯
Puisi Warok Sutejo.
Puisi Warok Sutejo.

Aku Nikahi Semua


Advertisement

Puisi Warok Sutejo

Aku nikahi kejahatan melahirkan anak zaman yang saleh, yang bisa melawan ibu kandung dengan kesucian dan kebaikan melekat pada tubuh jiwa. Membersihkan kejahatan tak mungkin dengan kejahatan.

Aku nikahi pelacuran dengan cinta mengulik-ulik tubuhnya biar berubah kesalehan. Anak-anak pelacur bukan musuh, bukan sampah, bukan WC. Tetapi mereka anak zaman harus diselamatkan dengan cinta sejati, bukan birahi. Kau boleh merayakan pernikahan dengan sekuntum keraguan, tetapi pandang mereka dengan mata cinta.

Advertisement

Aku nikahi para pemabuk menemani mereka dengan kodrat manusia, yang butuh dipandang dengan hati bukan prasangka bahwa mereka adalah api dan bara neraka. Mereka adalah pemabuk menjalani proses kemanusiaan, mencari cinta semesta, dan mencari puncak kesepian. Aku nikahi mereka sebagai manusia.

Pangkal Pinang, 2019

Advertisement


Puisi Lato-lato
Warok Sutejo

Hidup adalah lato-lato, ada yang dibenturkan, diulang dan dibenturkan, tidak saja di bawah: apalagi di atas. Butuh keseimbangan dan kekerasan lebih, bisa dibenturkan, seakan seimbang dan saling membutuhkan benturan. Hidup adalah lato-lato.

Kau kini sedang bermain lato-lato. Tali birokrasi ditarik ke atas, kau gerak-gerakkan naik turun sesuai licin hasratmu. Licik. Kau lupa bola plastik itu kuat. Meski dibentur puluhan, ratusan, bahkan ribuan kali; tak pecahlah ia. Warna-warni rupa lato-lato (mu).

Baca Juga: Angin Agustus

Seorang kakek uzur mengagumi permainan lato-lato. Luar biasa, katanya. Aku menahan kencing, berak menyusul. Aku menepi dari permainan lato-lato. Anak-anak kecil, girang, ikut bermain dan tertawa. Mereka berlomba tunjukkan kemahiran bermain lato-lato, dengan bola masalah beraneka rupa, ditarik dengan sutera kemunafikan, saling menyalip.

Aku kau salib.

Tonatan, 2022

Playon Lagi

Kedua kaki bersiap dalam susun bentuk berbeda, satu penumpu satu lainnya sebagai pemancat gerak. Mata lurus ke depan, tubuh membungkuk. Menunggu hitungan. Blarr. Berangkat dari garis berhenti di garis.

Kecepatan dan kelincahan kaki dibutuhkan, keseimbangan tangan sebagai pengayuh diseimbangkan, tubuh-tubuh dicondongkan. Saling menyalip, menjelang ujung playon, kecerdikan adalah kartu As permainan. Menang. Yang kalah, tak dihitung, apalagi dilihat. Mereka gembira.

Di televisi dan koran pejabat dan birokrat playon tanpa aturan permainan, saling mendukung dan menggulung. Dikadali media dan kawan-kawan, apalagi musuh-musuh politiknya. Saling tertawa tetapi ada yang saling menangis. Ada yang ranggas tetapi ada yang semi oleh hujan kolusi dan kapitalisasi.

Dua anak kecil, kulihat bermain lomba jauh kencing. Sambil menaikkan dan menurunkan kelaminnya. Air seni dan seni playon susah dibedakan. Anak-anak dan orang dewasa, apa bedanya?

Tonatan, 2023

Petak Umpet

Mulanya di kaki pohon, kepala disandarkan ke depan, mata terpejam, dua tangan jadi tumpang himpitan sepasang mata. Begitulah pintu dan jendela petak umpet dimulai. Permainan paling mendebarkan di kala kecil.

Sekarang petak umpet medannya berbeda-beda.
Seorang pimpinan bermain petak umpet. Dari ruang yang satu ke ruang lainnya, dia mengintip dan selalu mengintip yang jaga. Sebelum akhirnya, terlena. Jadi, lagi. Terhukum kembali.

Seorang pemandu lagu bermain petak umpet dengan istri kekasihnya. Dia tahu. Dia telah mahir bermain petak umpet, dengan suara dan tubuh sebagai modal bermainnya. Sekali waktu bisa nongol meneror, tetapi kali lain, banyak bersembunyi di balik wisma elit kota, sambil terus bermain paha dan gadgetnya.

Di tepi telaga, seorang perempuan muda dengan tubuh segar menggoda tiba-tiba duduk di antara kami. Sorot matanya berputar dan menari-nari. Rambutnya tergerai ke panjat duduknya, menumpang di tikar lesehan. Dua teman melirik dan memandanginya, tetapi dia tak acuh, asyik dalam pesona layar androidnya. Sepuluh menit kemudian, mobil putih mengkilap berhenti di dekat kami. Tanpa basa-basi, perempuan ranum berdiri, membuka pintu. Memasukinya.

Aku teringat pernikahan dini di kotaku dengan 106 kehamilan, 10 persalinan, sisanya digrebek warga dan desak ketakutan orang tua. Hem, tapi paling kuingat, Fredy Sambo sedang bermain petak umpet.

Telaga Ngebel, 2022


Ziarah Kedirian

Aku berkawan sepi, bertubuh sunyi, dilahap Semesta lembut. Gurat bening dalam bayang-bayang, igauan suara mengundang gendang telinga. Tak lama, sirna.

Hamparan putih, ada padang pasir, oase, ada penggembala unta. Kidung kekeringan dan lantunan debu beterbangan saling menyalip. Menghilang. Dingin menghampiri kulit, angin ikut bertapa, tinggal udara terdiam dan terpana.

Aku dikulum rindu, dipagut sayu. Bulan sayup kekuningan redup oleh hitam awan menyelinap. Di balik langit, terdengar lagu tawakal dinyanyikan para malaikat Agung menyambut salawat kecil dari sebuah hati.

Di bumi, di kamar sepi. Pekat malam telah menikam lebih dua jam lalu.

Tegalsari, 2023


BIODATA SINGKAT: Warok Sutejo, budayawan, sastrawan produktif asal Bumi Reog, Ponorogo, Jawa Timur.

Advertisement

Artikel Terkait

Berawal dari Kampung Biasa, Wisata Kampung Warna-Warni Jodipan Kini Jadi Ikon Kota Malang

Berawal dari Kampung Biasa, Wisata Kampung Warna-Warni Jodipan Kini Jadi Ikon Kota Malang

Wisata Malang memiliki Kampung Warna-Warni Jodipan dengan rumah penuh warna, mural unik, dan jembatan kaca yang menjadi daya tarik wisatawan.

Air Terjun Langsung Jatuh ke Laut, Pantai Banyu Tibo Punya Pemandangan yang Tidak Biasa

Air Terjun Langsung Jatuh ke Laut, Pantai Banyu Tibo Punya Pemandangan yang Tidak Biasa

Wisata Pantai Banyu Tibo Pacitan menawarkan pemandangan air terjun yang langsung mengalir ke laut.

Bukan Cuma Tempat Belanja, Tangga Pasar Atom Surabaya Kini Jadi Incaran Pemburu Foto Estetik

Bukan Cuma Tempat Belanja, Tangga Pasar Atom Surabaya Kini Jadi Incaran Pemburu Foto Estetik

Tangga Pasar Atom Surabaya ramai jadi spot foto estetik. Intip daya tarik bangunan legendaris ini yang kini dilirik pemburu foto dan kamera 360.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer